Lolos ke Final Euro, Italia Ngotot Juara Hadapi Tuan Rumah?

Italia lolos ke final piala Euro 2020 yang diperkirakan melawan Inggris di stadion Wembley, markas timnas Inggris, pada 12 Juli 2021. Nampaknya The Three Lions diuntungkan sebagai tuan rumah. Apalagi suporter Inggris, Hooligans dikenal bonek dan sangat fanatik terhadap timnya. Italia sudah bermimpi jadi juara Euro 2020 sehingga harus ngotot untuk kalahkan Inggris yang diprediksi bakal mengalahkan Denmark di semi final di Wembley, Kamis (8/7/2021) dini hari WIB. Tentu, skuad arahan Gareth Southgate diunggulkan. Selain tren belum pernah kebobolan, mereka juga bakal main di rumah sendiri. https://youtu.be/4AyL3yIGuGE Roberto Mancini selaku pelatih Italia akan mempersiapkan timnya menghadapi final Euro 2020 dan memastikan pasukannya tidak terlena karena garis akhir belum diraih. Mancini meminta anak asuhnya untuk tetap fokus di turnamen musim panas ini sekalipun berhasil menembus final setelah mengalahkan Spanyol. Italia lolos ke partai puncak di turnamen musim panas ini dengan status tidak terkalahkan, dan terakhir mengalahkan Spanyol lewat skor 4-2 di drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Wembley pada Rabu (7/7/2021) dini hari WIB tadi. Azzurri sekarang mencapai final turnamen mayor kesepuluhnya (Piala Dunia/Euro) berkat keberhasilan ini, hanya kalah dari Jerman (14). Adapun di laga semi final lawan Spanyol, Italia dipaksa melewati babak perpanjangan waktu dan adu penalti karena gol Federico Chiesa di menit ke-60 bisa disamakan Alvaro Morata jelang bubaran waktu normal, sedangkan Jorginho menjadi penentu di sepakan terakhir sebagaimana dua penendang Spanyol menemui kegagalan. Berbicra kepada RAI Sport seusai laga, Mancini mengatakan: “Penalti itu kejam. Ini melawan tim yang tangguh, Spanyol adalah tim hebat yang bermain sangat baik. Kami tidak bermain seperti biasanya, namun [kami] berjuang keras dan kami sudah tahu akan seperti ini.” Dari kubu Spanyol, pelatih Luis Enrique mengejutkan banyak pihak dengan strateginya karena mencadangkan Morata, yang baru dimainkan di babak kedua, selagi ia memakai Ferran Torres di posisi False Nine. “Mereka menyebabkan masalah bagi kami dengan perubahan itu, tetapi kami kemudian mendapatkan koordinat yang tepat dan tidak mengambil banyak risiko. Kami tahu sejak awal bahwa Spanyol adalah raja dalam penguasaan bola, jadi mereka akan membuat kami dalam masalah, tapi kami harus menyesuaikan diri dan berjuang keras. “Tim sepakbola itu menyerang dan bertahan, mereka tidak bisa hanya menyerang saja. Kedua tim sama-sama memiliki peluang, kedua tim ini sama-sama hebat, semuanya bertahan, bukan cuma Italia.” Melangkah ke final Euro 2020 menjadi capaian tersendiri bagi Italia, yang di gelaran Piala Dunia 2018 lalu terpaksa absen karena gagal lolos. “Pujian untuk para pemain, karena mereka percaya pada semua ini tiga tahun lalu, tapi ini belum berakhir,” lanjut Mancini. “Kami harus mengumpulkan kekuatan kami, untuk yang tersisa, dan bersiap untuk final.” Di final nanti, yang menurut rencana digelar di Wembley pada Minggu (11/7) malam waktu setempat, Italia akan menghadapi pemenang partai Inggris kontra Denmark, yang baru akan dilangsungkan Kamis (8/7) dini hari WIB. https://youtu.be/9nuNyaZaF-I Italia Mimpi Jadi Juara Euro Kiper Italia Gianluigi Donnarumma mengklaim negaranya layak lolos ke final Euro 2020 sebagaimana Azzurri tinggal selangkah lagi untuk menggapai mimpi. Italia menyongsong final kesepuluhnya di turnamen mayor setelah menyingkirkan Spanyol di babak adu penalti. Italia mengamankan tempatnya di partai puncak seusai menang 4-2 di drama adu penalti, selagi duel semi-final yang digelar di Wembley pada Rabu (7/7) dini hari WIB tadi terpaksa dituntaskan lewat adu tos-tosan mengingat kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Di babak penentuan tersebut, Spanyol mendapati dua algojonya gagal;mereka adalah Dani Olmo dan Alvaro Morata, dengan nama terakhir dipaksa tertunduk lesu setelah sepakannya bisa dibaca Donnarumma. Italia kini bersiap menyongsong final kesepuluhnya di turnamen mayor (Piala Dunia/Euro), dan tinggal menunggu pemenang partai Inggris kontra Denmark yang baru dilangsungkan pada Kamis (8/7) dini hari WIB esok di Wembley. Dalam keterangannya kepada laman resmi UEFA, Donnarumma mengatakan: “Saya tenang sebelum penalti karena saya sudah tahu saya bisa membantu tim. "Saya ingin berterima kasih kepada semua orang, sebagaimana kami tinggal selangkah lagi untuk menggapai mimpi. “Spanyol adalah tim yang sangat kuat, tapi tim Italia ini punya banyak keberanian, kami tidak pernah menyerah.” Dari kubu Spanyol, pelatih Luis Enrique mengejutkan banyak pihak dengan strateginya karena mencadangkan Morata, yang baru dimainkan di babak kedua. Eks juru taktik Barcelona itu justru memakai Ferran Torres di posisi False Nine. “Spanyol menghadirkan banyak ancaman buat kami hari ini dengan penguasaan mereka, namun saya pikir kami layak tampil di final,” lanjut Donnarumma. "Saya tidak ingin membicarakan final sekarang, saya ingin menikmati momen ini. Kami baru akan memikirkan itu ketika sudah waktunya.” Adapun di pertandingan semalam, Italia dipaksa melewati babak perpanjangan waktu dan adu penalti karena gol Federico Chiesa di menit ke-60 bisa disamakan Morata jelang bubaran waktu normal. Italia sekarang terhindar dari kekalahan di 33 laga beruntun untuk semua kompetisi, namun Spanyol menjadi negara pertama yang menghentikan laju kemenangan mereka di waktu normal dalam 14 pertandingan terakhir. https://youtu.be/apizaEXx8Fo Yakin Inggris Juara Euro Tim nasional Inggris dijagokan untuk bisa melaju ke final hingga akhirnya meraih titel juara Euro 2020. Hal itu disampaikan oleh mantan pemain tim nasional Jerman, Jurgen Klinsmann, yang memang aktif menjadi pandit selama gelaran Euro ini. Inggris mampu mengalahkan Jerman hingga kini mampu mencapai babak semi-final dan akan menghadapi Denmark. Penampilan Inggris memang terlihat biasa saja, namun selalu mampu meraih kemenangan. Tapi anggapan itu mulai luntur ketika Inggris mampu membungkam Jerman dengan skor meyakinkan, 2-0, pada babak 16 besar, di Wembley. Setelahnya, Inggris tampil ganas melawan Ukraina, dengan skor telah dimenangkan anak asuh Garet Southgate, empat gol tanpa balas. Kamis (8/7) dini hari WIB, Inggris akan menantang Denmark pada semi-final, dan Klinsmann yakin hasil akhir jadi milik Inggris. "Bagi saya, dari awal Inggris adalah favorit untuk bisa meraih gelar. Mereka memiliki pertahanan yang sangat bagus, dan kombinasinya tepat. Sementara di depan mereka memiliki kekuatan untuk mencetak gol, dan hasrat untuk mencetak gol," ucap eks striker timnas Jerman itu kepada Goal. Sejauh ini Euro menampilkan banyak kejutan, dengan tim seperti Denmark mampu menembus semi-final adalah contohnya. Namun kejutan itu disajikan oleh performa kolektif dari sebuah tim, dan tidak banyak peran individu yang benar-benar menonjol. Setidaknya itu adalah pandangan dari Klinsmann. Eks manajer tim nasional Amerika Serikat itu hanya melihat beberapa nama yang menjadi individu penting dan benar-benar memperlihatkan kualitasnya selama gelara Euro ini. “Di antaranya, Leonardo Spinazzola dari Italia tampil luar biasa sampai mendapatkan cedera yang serius, Patrik Schick juga menjalani turnamen yang hebat, Luke Shaw dan Raheem Sterling sangat hebat untuk Inggris sejauh ini, dan kiper Kasper Schmeichel dan striker muda Kasper Dolberg untuk Denmark, sebut saja. hanya sedikit," tuturnya. Yang menarik, pengembangan taktik pada Euro 2020 Pada Euro ini, banyak tim yang mulai membiasakan bermain dengan tiga bek dari laga ke laga. Taktik ini berkembang dan setiap tim bahkan kerap melakukan pergantian formasi dari tiap pertandingan. Mengenai hal ini, Klinsmann menilainya lumrah. “Tidak masalah apakah itu lini belakang tiga pemain atau empat pemain, koordinasi individu antarpemain harus benar. Seperti halnya orang Italia, yang bermain dengan kecepatan luar biasa dengan tekanan tinggi di bawah Roberto Mancini, atau Inggris, yang kemudian mencari striker mereka Sterling, Kane atau Sancho dari kekompakan pertahanan mereka. Saya juga mengharapkan dorongan untuk meningkat melalui pergantian pemain. Tapi itu belum terjadi sejauh ini.” (Goal.com/com)





























