Ringankan Beban Hidup Keluarga Korban KRI Nanggala 402, ACT Beri Sejumlah Bantuan

Jakarta, obsessionnews.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar konferensi pers soal Kepedulian anak Bangsa untuk KRI Nanggala 402, di menara 165, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2021). Dalam kesempatan itu, ACT menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tenggelamnya kapal selam tersebut. "Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Kami sebagai sebagian anak bangsa, atas nama keluarga besar ACT menyatakan duka yang mendalam, belasungkawa atas kejadian ini," ujar Senior Vice President ACT N. Imam Akbari. Dia menambahkan, karena teman-teman TNI yang menjadi korban tenggelamnya kapal selam ini merupakan pra kerja kemanusiaan ACT yang menjadi kolaborasi di sejumlah lapangan, sejumlah ranah bencana alam maupun bencana pada umumnya. "Tentu hal ini buat kami juga kehilangan yang anak terbaik penjaga bangsa," ungkap Imam.
Untuk itu, yang pertama ACT menyampaikan belasungkawa dan luka yang mendalam. Dia berharap kejadian ini tidak terulang kembali. "Kedua, bagian dari kepedulian kami sebagai lembaga kemanusiaan yang tidak saja kehilangan mitra terbaik strategis kami TNI, kami mengajak segenap anak negeri dan elemen bangsa untuk bersama-sama kita membantu memberikan kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan," ucapnya. Bukan apa-apa, lanjut Imam, ini bagian dari kecintaan ACT, ini bagian kepedulian ACT, ini bagian dari semangat kebersamaan, bagian semangat dari gotong royong. "Kami dalam segala kerendahan hati, mengajak seluruh anak bangsa yuk sama-sama kita memperhatikan dengan peduli berbagi khususnya kepada keluarga besar para penjaga negeri terbaik yang berpulang ini, para pahlawan kita ini, patriot terbaik kita ini dengan memberikan dukungan baik doa, moral maupun materil kepada kususnya keluarga yang ditinggalkan," ajaknya. Dia melihat ada semangat kebersamaan, bagaimana kemudian keluarga-keluarga, saudara-saudara yang gugur ini bisa benar-benar terus melanjutkan kehidupannya. "Putra putri almarhum bisa terus melanjutkan pendidikannya tanpa harus terganggu berbagai hal yang terkait dengan biaya," ucap Imam. Ketiga, lanjut dia, Insyaallah ACT akan berupaya mensuport keluarga korban yang ditinggalkan akibat tenggelamnya kapal selam tersebut. "Pertama insyaallah kita akan menyampaikan tali kasih kepada 53 keluarga putra putri terbaik TNI yang sudah gugur. Kedua insyaallah juga kita akan mensuport santunan rutin bulanan kepada keluarga yang ditinggalkan. Yang ketiga, insyaallah kita juga akan mensuport kebutuhan keberlanjutan biaya pendidikan bagi putra putri TNI yang menjadi awak dari KRI Nanggala 402 ini," katanya. Yang terakhir adalah apa yang terus dilakukan, yaitu mendistribusikan produk-produk hasil produktif ACT, baik berupa beras wakaf maupun air minum wakaf. "Kami juga insyaallah akan mendistribusikan ke alamat lengkap kediaman 53 almarhum," ucapnya. Mungkin pemberian materil ini dianggap kecil di situasi seperti Pandemi sekarang ini. Tapi menurutnya keluarga yang ditinggalkan juga harus di suport, setidaknya tidak semakin berat untuk keluarga yang ditinggalkan mengeluarkan biaya. "Mudah mudahan sedikit dari kami ini dapat meringankan beban keluarga-keluarga yang ditinggalkan," pungkas Imam. (Poy)
Untuk itu, yang pertama ACT menyampaikan belasungkawa dan luka yang mendalam. Dia berharap kejadian ini tidak terulang kembali. "Kedua, bagian dari kepedulian kami sebagai lembaga kemanusiaan yang tidak saja kehilangan mitra terbaik strategis kami TNI, kami mengajak segenap anak negeri dan elemen bangsa untuk bersama-sama kita membantu memberikan kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan," ucapnya. Bukan apa-apa, lanjut Imam, ini bagian dari kecintaan ACT, ini bagian kepedulian ACT, ini bagian dari semangat kebersamaan, bagian semangat dari gotong royong. "Kami dalam segala kerendahan hati, mengajak seluruh anak bangsa yuk sama-sama kita memperhatikan dengan peduli berbagi khususnya kepada keluarga besar para penjaga negeri terbaik yang berpulang ini, para pahlawan kita ini, patriot terbaik kita ini dengan memberikan dukungan baik doa, moral maupun materil kepada kususnya keluarga yang ditinggalkan," ajaknya. Dia melihat ada semangat kebersamaan, bagaimana kemudian keluarga-keluarga, saudara-saudara yang gugur ini bisa benar-benar terus melanjutkan kehidupannya. "Putra putri almarhum bisa terus melanjutkan pendidikannya tanpa harus terganggu berbagai hal yang terkait dengan biaya," ucap Imam. Ketiga, lanjut dia, Insyaallah ACT akan berupaya mensuport keluarga korban yang ditinggalkan akibat tenggelamnya kapal selam tersebut. "Pertama insyaallah kita akan menyampaikan tali kasih kepada 53 keluarga putra putri terbaik TNI yang sudah gugur. Kedua insyaallah juga kita akan mensuport santunan rutin bulanan kepada keluarga yang ditinggalkan. Yang ketiga, insyaallah kita juga akan mensuport kebutuhan keberlanjutan biaya pendidikan bagi putra putri TNI yang menjadi awak dari KRI Nanggala 402 ini," katanya. Yang terakhir adalah apa yang terus dilakukan, yaitu mendistribusikan produk-produk hasil produktif ACT, baik berupa beras wakaf maupun air minum wakaf. "Kami juga insyaallah akan mendistribusikan ke alamat lengkap kediaman 53 almarhum," ucapnya. Mungkin pemberian materil ini dianggap kecil di situasi seperti Pandemi sekarang ini. Tapi menurutnya keluarga yang ditinggalkan juga harus di suport, setidaknya tidak semakin berat untuk keluarga yang ditinggalkan mengeluarkan biaya. "Mudah mudahan sedikit dari kami ini dapat meringankan beban keluarga-keluarga yang ditinggalkan," pungkas Imam. (Poy) 




























