Covid-19 Berasal dari Kebocoran Laboratorium di China?

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan harus ada investigasi lanjutan untuk menyimpulkan dugaan jika kebocoran laboratorium di China adalah penyebab wabah Covid-19. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Selasa (30/3/2021), bahwa kebocoran laboratorium itu dipandang sebagai kemungkinan paling kecil terkait penyebab wabah virus corona, dan perlu penyelidikan yang lebih luas soal kemungkinan itu. Laporan WHO dan pakar dari China yang dirilis Selasa (30/3), menyatakan bahwa penjelasan adanya kebocoran laboratorium merupakan hal yang sangat tidak mungkin dan virus tersebut saat itu mungkin telah berpindah dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara lainnya. Beijing belum menanggapi pernyataan terkini dari WHO itu. AS dan negara-negara lain telah mengritik China karena tidak memberi data yang cukup terkait Covid-19. Virus itu pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, provinsi Hubei, pada akhir 2019. Pemerintah China sebelumnya telah menepis tuduhan soal kebocoran laboratorium sebagai penyebab wabah. Lebih dari 2,7 juta orang diketahui telah meninggal akibat virus corona dan muncul 127 juta kasus penularan di seluruh dunia sejak pertama kali diidentifikasi. Sebuah tim yang terdiri dari para ahli internasional bertolak ke Wuhan pada Januari untuk menyelidiki asal-usul virus. Penelitian mereka mengandalkan sampel dan bukti yang disediakan oleh pejabat China. Ghebreyesus mengatakan timnya kesulitan mendapatkan data mentah. Dia juga menyerukan agar dapat "berbagi data dengan lebih tepat waktu dan komprehensif" di masa depan. Anggota tim WHO mengunjungi Institut Virologi Wuhan sebagai bagian dari penyelidikan mereka. Tim itu menyelidiki segala kemungkinan, termasuk satu teori bahwa virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan. Institut tersebut adalah otorita paling terkemuka di dunia dalam pengumpulan, penyimpanan dan studi virus corona yang berasal dari kelelawar. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk di antara orang-orang yang mendukung teori bahwa virus itu kemungkinan telah bocor dari sebuah laboratorium. (Red) Sumber: BBC News





























