Bernilai Ekonomi Tinggi, LaNyalla Ajak Masyarakat Manfaatkan Porang

Bernilai Ekonomi Tinggi, LaNyalla Ajak Masyarakat Manfaatkan Porang
Bangkalan, obsessionnews.com- Tingginya prospek yang dimiliki tanaman porang, membuat Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalittimengajak masyarakat untuk memanfaatkannya. LaNyalla pun optimis komoditi ini bisa membantu ekonomi masyarakat. Porang adalah tanaman sejenis talas-talasan atau umbi yang bisa tumbuh di wilayah tropis dan sub tropis.   Baca juga:Temui Kapolda Jatim, LaNyalla Apresiasi 6.000 Babinkamtibmas yang Tegakkan Prokes di LapanganIni Harapan LaNyalla pada Kepengurusan Baru OmbudsmanTegur Direksi Pelindo III, LaNyalla: Jangan Sampai Tiga Kali Saya ke Sini Ya   "Di Indonesia tanaman ini tumbuh secara liar karena masih jarang dikenal, sehingga tidak ada upaya budidaya. Padahal potensi tanaman ini sangat luar biasa dan seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian," tutur LaNyalla saat berkunjung ke Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim), Rabu (24/2/2021) Dikutip obsessionnews.com dari laman Facebook DPD RI, Rabu (24/2), dalam kesempatan itu LaNyalla menjelaskan, porang mengandung beberapa zat seperti glucomanan yang penting sebagai bahan baku industri dan sumber karbohidrat dan memiliki khasiat bagi kesehatan. "Tidak itu saja, kandungan tanaman porang bisa dimanfaatkan menjadi pengental pada makanan seperti sirup, es krim juga agar-agar, bahan obat-obatan, dan industri. Dari sini bisa kita lihat jika porang sangat menjanjikan," tutur LaNyalla. Mantan Ketua Umum Kadin Jatim menambahkan, maraknya informasi terkait tanaman ini membuat petani mulai melirik karena nilai ekonomi yang tinggi. "Porang menjadi salah satu bentuk kekayaan tanaman kita. Tapi, Indonesia masih memiliki banyak tanaman yang tumbuh liar yang memerlukan penelitian. Sehingga kita tahu manfaat tanaman atau keanekaragaman hayati yang kita miliki," ujarnya. Senator asal Jatim itu pun berharap kekayaan alam yang dimiliki Indonesia bisa dieksplorasi kegunaannya dan harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Halaman selanjutnyaIlmu Etnobotani LaNyalla pun menyinggung pentingnya Indonesia serius mendalami etnobotani, seperti yang dilakukan Tiongkok dan Korea Selatan. Etnobotani sendiri adalah budaya, pengetahuan lokal, kearifan lokal yang memiliki sifat unik/ khas berbasis pengetahuan tentang tumbuhan sebagai penunjang kehidupan (obat, pangan, energi dan advance material). “Artinya semakin kaya biodiversitas yang dimiliki suatu wilayah, ya semakin kaya wilayah tersebut dengan potensi pangan, obat dan advance materiil. Bayangkan potensi yang dimiliki kepulauan nusantara itu sebenarnya. Dan sudah ada sejarahnya, kita jaya dengan rempah-rempah, itu semua basisnya Etnobotani,” ungkap LaNyalla. Ironisnya, saat ini WHO merujuk Tiongkok dan Korsel sebagai negara pengembang produk pertanian dan tanaman herbal serta obat-obatan berbasis hasil bumi. “Padahal awalnya Korsel mengembangkan Industri Fitofarmakanya dengan pendampingan dari BPOM kita, karena level badan pengawasan obat dan makanan kita yang sudah diakui dan ditugaskan oleh WHO,” pungkasnya. (red/arh)