Aktif Berdayakan Pengusaha Muslimah, Ingrid Kansil Raih Obsession Awards 2020 Kategori Best Women Empowerment

Jakarta, Obsessionnews.com - Dinilai aktif memberdayakan pengusaha muslimah, Ingrid Kansil meraih penghargaan Obsession Awards 2020 Kategori Best Women Empowerment. Acara ini diselenggarakan secara virtual dan disiarkan secara langsung di channel Youtube Womens Obsesion pada Kamis, 3 Desember 2020. Dalam acara ini Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menjadi keynote speaker. 
https://youtu.be/l1YqJ11FDMI Penyelenggara Obsession Awards 2020 adalah Obsession Media Group (OMG). Obsession Awards digelar tiap tahun sejak 2007. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Obsession Awards kali ini digelar secara virtual karena pandemi Covid-19. Semula akan digelar di sebuah hotel di Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2020, tetapi dibatalkan karena adanya pandemi. Selanjutnya panitia memutuskan Obsession Awards 2020 diselenggarakan secara virtual pada Kamis, 3 Desember 2020 pukul 15.00 – 18.00 WIB. Anugerah Obsession Awards 2020 merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-16 OMG. OMG adalah penerbit Majalah Men’s Obsession, Majalah Women’s Obsession, situs berita Obsession News, dan situs Muslim Obsession. Apresiasi Obsession Awards 2020 diberikan kepada mereka yang berdedikasi dan berprestasi sepanjang 2019 berdasarkan sejumlah kategori. Anugerah Obsession Awards 2020 terdiri dari kategori Lifetime Achievements, Best Ministers, Best Parliamentarians, Best Institutions, Best Regional Leaders, Best Bureaucrats, Best CEOs, Best Companies, Best Entrepreneurs, Best Professionals, Best University Leaders, Women’s Empowerment, dan The Rising Stars. Seleksi penetapan peraih Obsession Awards 2020 untuk masing-masing kategori dilakukan OMG bekerja sama dengan Indonesia Research and Survey (IReS). Panitia melakukan road show penyerahan trofi dan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berkenan meluangkan waktunya. Ingrid Kansil menerima trofi dan piagam penghargaan Obsession Awards 2020 kategori Best Women’s Empowerment dari Direktur Utama Obsession Media Group (OMG) Daisy Astrilita di Bukit Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 November 2020. *** Halaman selanjutnya SETELAH menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPR, Ingrid mendirikan IPEMI. Salah satu tujuan komunitas ini adalah dapat menjadi wadah bagi para muslimah untuk berkontribusi membangun perekonomian nasional, termasuk menjadi motor penggerak peningkatan skala entrepreneur Indonesia yang masih jauh dari standarisasi minimum. Menjabat sebagai Ketua Umum IPEMI, Ingrid mengaku bangga dengan para perempuan muslimah yang saat ini berani terjun ke dunia usaha. Saat ini IPEMI berhasil menjadi wadah bagi pengusaha muslimah di seluruh Indonesia. Bahkan dalam waktu empat tahun terakhir anggotanya telah menyebar di 10 negara di dunia. Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa di bawah kepemimpinannya. “Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bangga atas pencapaian para perempuan Indonesia, khususnya dalam kontribusi mereka terhadap pembangunan ekonomi nasional sebagai pengusaha," tutur Ingrid seperti dikutip obsessionnews.com dari Majalah Women's Obsession. *** Halaman selanjutnya DIA menerangkan hal ini menjadi spirit bagi IPEMI untuk terus berjuang dan berikhtiar. Meskipun jumlah pengusaha perempuan saat ini hanya mencapai 3,1% yang jumlahnya tidak lebih dari 8,6 juta pengusaha dari jumlah 269 juta jiwa penduduk di Indonesia. Namun IPEMI optimis akan terus ada peningkatan jumlah serta skala entrepreneur nasional hingga mencapai target minimal 4%,” ujarnya. Memimpin komunitas yang memiliki anggota tidak hanya di Tanah Air, tapi juga berskala internasional tentu membutuhkan pengetahuan yang mumpuni. Salah satu yang diaplikasikan adalah pengalamannya selama ditempatkan di wilayah kerja yang meliputi bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta kebencanaan saat menduduki kursi DPR. Pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama menjadi legislator dijadikan modal dalam membuat rumusan program- program kerja IPEMI. “Alhamdulillah, anggota IPEMI mayoritasnya merupakan Pengusaha UMKM yang secara konsep mendukung model ekonomi umat. Kegiatan IPEMI secara menyeluruh hadir dari tingkatan kelurahan hingga provinsi. Kami juga terus berinovasi dengan berbagai kreativitas karya anggotanya. Mulai dari salon muslimah, hingga Galeri IPEMI yang dibuka di beberapa kota besar di Indonesia. Hal tersebut menjadi bentuk upaya kami dalam memfasilitasi pemasaran produk UMKM para anggota agar masyarakat mudah untuk mendapatkannya,” ujarnya. *** Halaman selanjutnya Kegiatan Ingrid yang lainnya adalah mengelola Yayasan Sembilan November yang menaungi pendidikan anak usia dini (PAUD) bersama TK Bintang Biru. Yayasan ini memiliki tujuan mulia, yakni agar anak-anak di sekitar lokasi bisa mendapatkan akses pendidikan secara cuma-cuma dengan kualitas baik. Selain mengelola yayasan tersebut, Ingrid juga mendirikan sebuah pesantren di Cianjur, Jawa Barat. Pesantren tersebut dibangun agar anak-anak di sana bisa mendapat akses pendidikan secara gratis. Dengan membuat pesantren tersebut dia berharap anak-anak mendapat pendidikan agama sebagai landasan karakter dan kepribadian baik. Sebab dia percaya pada usia dini, menanamkan nilai baik merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk membentuk generasi penerus yang mumpuni. “Pesantren yang saya kelola dihuni oleh anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu, sehingga mereka juga masih dapat merasakan fasilitas pendidikan agama secara cuma-cuma. Juga untuk menjadi pribadi yang akhlakul kharimah, sehingga kemudian hari dapat berkontribusi positif kepada bangsa dan negara. Hal tersebut dimulai dari mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya. (Women's Obsession/Indah/arh)

https://youtu.be/l1YqJ11FDMI Penyelenggara Obsession Awards 2020 adalah Obsession Media Group (OMG). Obsession Awards digelar tiap tahun sejak 2007. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Obsession Awards kali ini digelar secara virtual karena pandemi Covid-19. Semula akan digelar di sebuah hotel di Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2020, tetapi dibatalkan karena adanya pandemi. Selanjutnya panitia memutuskan Obsession Awards 2020 diselenggarakan secara virtual pada Kamis, 3 Desember 2020 pukul 15.00 – 18.00 WIB. Anugerah Obsession Awards 2020 merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-16 OMG. OMG adalah penerbit Majalah Men’s Obsession, Majalah Women’s Obsession, situs berita Obsession News, dan situs Muslim Obsession. Apresiasi Obsession Awards 2020 diberikan kepada mereka yang berdedikasi dan berprestasi sepanjang 2019 berdasarkan sejumlah kategori. Anugerah Obsession Awards 2020 terdiri dari kategori Lifetime Achievements, Best Ministers, Best Parliamentarians, Best Institutions, Best Regional Leaders, Best Bureaucrats, Best CEOs, Best Companies, Best Entrepreneurs, Best Professionals, Best University Leaders, Women’s Empowerment, dan The Rising Stars. Seleksi penetapan peraih Obsession Awards 2020 untuk masing-masing kategori dilakukan OMG bekerja sama dengan Indonesia Research and Survey (IReS). Panitia melakukan road show penyerahan trofi dan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berkenan meluangkan waktunya. Ingrid Kansil menerima trofi dan piagam penghargaan Obsession Awards 2020 kategori Best Women’s Empowerment dari Direktur Utama Obsession Media Group (OMG) Daisy Astrilita di Bukit Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 November 2020. *** Halaman selanjutnya SETELAH menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPR, Ingrid mendirikan IPEMI. Salah satu tujuan komunitas ini adalah dapat menjadi wadah bagi para muslimah untuk berkontribusi membangun perekonomian nasional, termasuk menjadi motor penggerak peningkatan skala entrepreneur Indonesia yang masih jauh dari standarisasi minimum. Menjabat sebagai Ketua Umum IPEMI, Ingrid mengaku bangga dengan para perempuan muslimah yang saat ini berani terjun ke dunia usaha. Saat ini IPEMI berhasil menjadi wadah bagi pengusaha muslimah di seluruh Indonesia. Bahkan dalam waktu empat tahun terakhir anggotanya telah menyebar di 10 negara di dunia. Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa di bawah kepemimpinannya. “Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bangga atas pencapaian para perempuan Indonesia, khususnya dalam kontribusi mereka terhadap pembangunan ekonomi nasional sebagai pengusaha," tutur Ingrid seperti dikutip obsessionnews.com dari Majalah Women's Obsession. *** Halaman selanjutnya DIA menerangkan hal ini menjadi spirit bagi IPEMI untuk terus berjuang dan berikhtiar. Meskipun jumlah pengusaha perempuan saat ini hanya mencapai 3,1% yang jumlahnya tidak lebih dari 8,6 juta pengusaha dari jumlah 269 juta jiwa penduduk di Indonesia. Namun IPEMI optimis akan terus ada peningkatan jumlah serta skala entrepreneur nasional hingga mencapai target minimal 4%,” ujarnya. Memimpin komunitas yang memiliki anggota tidak hanya di Tanah Air, tapi juga berskala internasional tentu membutuhkan pengetahuan yang mumpuni. Salah satu yang diaplikasikan adalah pengalamannya selama ditempatkan di wilayah kerja yang meliputi bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta kebencanaan saat menduduki kursi DPR. Pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama menjadi legislator dijadikan modal dalam membuat rumusan program- program kerja IPEMI. “Alhamdulillah, anggota IPEMI mayoritasnya merupakan Pengusaha UMKM yang secara konsep mendukung model ekonomi umat. Kegiatan IPEMI secara menyeluruh hadir dari tingkatan kelurahan hingga provinsi. Kami juga terus berinovasi dengan berbagai kreativitas karya anggotanya. Mulai dari salon muslimah, hingga Galeri IPEMI yang dibuka di beberapa kota besar di Indonesia. Hal tersebut menjadi bentuk upaya kami dalam memfasilitasi pemasaran produk UMKM para anggota agar masyarakat mudah untuk mendapatkannya,” ujarnya. *** Halaman selanjutnya Kegiatan Ingrid yang lainnya adalah mengelola Yayasan Sembilan November yang menaungi pendidikan anak usia dini (PAUD) bersama TK Bintang Biru. Yayasan ini memiliki tujuan mulia, yakni agar anak-anak di sekitar lokasi bisa mendapatkan akses pendidikan secara cuma-cuma dengan kualitas baik. Selain mengelola yayasan tersebut, Ingrid juga mendirikan sebuah pesantren di Cianjur, Jawa Barat. Pesantren tersebut dibangun agar anak-anak di sana bisa mendapat akses pendidikan secara gratis. Dengan membuat pesantren tersebut dia berharap anak-anak mendapat pendidikan agama sebagai landasan karakter dan kepribadian baik. Sebab dia percaya pada usia dini, menanamkan nilai baik merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk membentuk generasi penerus yang mumpuni. “Pesantren yang saya kelola dihuni oleh anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu, sehingga mereka juga masih dapat merasakan fasilitas pendidikan agama secara cuma-cuma. Juga untuk menjadi pribadi yang akhlakul kharimah, sehingga kemudian hari dapat berkontribusi positif kepada bangsa dan negara. Hal tersebut dimulai dari mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya. (Women's Obsession/Indah/arh)



























