Permudah Penyaluran Pembiayaan, LPDB Gandeng PT KBI

Permudah Penyaluran Pembiayaan, LPDB Gandeng PT KBI
Jakarta, Obsessionnews.com - Sebagai upaya membantu percepatan dan perluasan jangkauan penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM menjalin kerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero). Sinergi ini diperlukan untuk mewujudkan Tri Sukses LPDB, yaitu Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo, mengatakan bahwa kerjasama tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memberikan akses pinjaman/ pembiayaan bagi koperasi yang memiliki keterbatasan jaminan. "Maka LPDB KUMKM bekerjasama dengan PT KBI, agar koperasi dapat memanfaatkan Jaminan Resi Gudang dalam mengakses pinjaman pembiayaan dana bergulir," kata Supomo, dalam keterangannya, Selasa (17/11/2020). Dengan kerjasama ini ia berharap, dapat mempercepat pemulihan daya saing koperasi dan UMKM akibat pandemi covid-19 ini. Sebab diakui selama pandemi banyak pelaku UMKM dan koperasi yang tumbang usahanya akibat terganggunya suplai dan demand. "Mudah-mudahan dengan kerjasama LPDB-KBI ini kedepan akan memudahkan jalan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia," harap Supomo. Sementara itu Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi mengungkapkan melalui kerja sama tersebut ke depan dapat meningkatkan ekosistem, serta pemanfaatan dan pembiayaan dalam Sistem Resi Gudang di Indonesia. "Harapannya, ke depan dapat meningkatkan minat petani, pemilik komoditas serta koperasi untuk memanfaatkan Resi Gudang," ungkap Fajar Wibhiyadi. KBI sendiri merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Terkait Resi Gudang di Indonesia, data KBI sampai dengan Quarter III tahun 2020 menunjukkan, pertumbuhan nilai pembiayaan sebesar 36% dibandingkan dengan Quarter III 2019 (yoy). Sampai dengan akhir September 2020, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 259, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 56.813.026.916,-. Untuk periode yang sama di tahun 2019, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 299, dengan nilai pembiayaan Rp. 41.780.047.200,- Selain itu, apa yang dilakukan KBI kali ini, tentunya sejalan dengan perannya sebagai BUMN, yaitu sebagai akselerator ekonomi masyarakat. "Kita tahu, dengan memanfaatkan Resi Gudang, masyarakat pemilik komoditas akan mampu menjaga kestabilan harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonominya," papar Fajar. (Has)