Wamenag Ungkap Tiga Isu Penting Pembinaan Keumatan

Wamenag Ungkap Tiga Isu Penting Pembinaan Keumatan

Bandung, Obsessionnews.com-  Program penguatan kompetensi penceramah agama terus bergulir di daerah. Terbaru Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat (Jabar) menggelar kegiatan ini untuk angkatan III di Bandung.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi, Selasa (27/10/2020).

Baca juga:

Marak Pro dan Kontra, Wamenag Buka Sosialisasi Program Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat

Negara Butuh Peran Penceramah Islam yang Sebarkan Kesejukan di Tengah Umat

Atas nama Kemenag Wamenag mengapresiasi kiprah para dai/daiah dan tokoh agama dalam proses pembinaan keumatan. Menurutnya, agama dan berbagai perangkatnya adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa Indonesia.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Rabu (28/10), dalam kesempatan tersebut  Zainut mengungkapkan, Kemenag telah menggariskan pembinaan keumatan sebagai bagian penting pembangunan nasional. Kebijakan tersebut tercatat dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemenag 2020-2024. Setidaknya terdapat tiga isu penting terkait pembinaan keumatan.

Halaman selanjutnya

Pertama, optimalisasi penyuluh agama Islam dalam pembinaan keumatan. Kemenag memiliki penyuluh agama Islam yang tersebar di seluruh kecamatan di Indonesia. Hal ini menjadikan peran penyuluh agama begitu strategis dalam pembinaan umat di tingkat bawah.

“Kita akan terus mendorong para penyuluh ini semakin nyata dan berperan luas dalam pembinaan keumatan,” jelasnya.

Kedua, kemitraan strategis dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam penguatan pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya. Menurut  Zainut, menjadi penting bagi Kemenag untuk memastikan seluruh ormas Islam memiliki peran yang luas dalam pembinaan.

“Karena itulah Kementerian Agama akan terus memperluas keterlibatan partisipasi publik, termasuk ormas Islam, dalam berbagai program pembinaan keumatan,” ujarnya.

Ketiga, optimalisasi dana sosial keagamaan dalam mendukung penguatan keuangan syariah dan pemerataan ekonomi. Kemenag telah membangun pengelolaan zakat dan wakaf. Saat ini program tersebut secara bertahap telah menunjukkan hasilnya. Keduanya telah mengambil peran yang luas dalam pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan fasilitasi keagamaan.

Halaman selanjutnya

“Peran inilah yang akan terus kita dorong dan perluas, berharap keduanya semakin nyata dalam membangkitkan keuangan syariah dan pemerataan ekonomi,” tutur Zainut.

Kepada para dai Zainut mengingatkan, bahwa  permasalahan keumatan  semakin beragam. Hal yang paling nyata adalah gencarnya arus informasi dari luar yang dalam beberapa sisi justru potensial merusak tatanan keberagamaan bangsa Indonesia. Hal itu menjadi tantangan bersama.

“Sebagai penceramah dan dai, sudah seharusnya kita hadir dan memberi solusi terhadap ghirroh atau semangat keberagamaan umat,” pesannya.

“Kehadiran kita juga dituntut lebih milenial di beberapa aspek, mengingat generasi muda kita saat ini cenderung menerima segala hal jika dibungkus secara milenial. Sehingga cara dan metode penyampaian serta wawasan penceramah sangat menentukan tersampaikannya materi dakwah kepada para milenial,” sambungnya.

Halaman selanjutnya

Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama mendapat atensi dan dukungan yang besar dari pimpinan ormas Islam di Jabar  Zainut mengapresiasi dukungan dan peran tokoh agama, khususnya di Jabar.

“Ada banyak catatan sejarah yang bercerita tentang kegigihan dan keteguhan para dai dalam mengemban amanah keumatan. Mereka dengan istiqamah dan konsistensi terus  menjalankan tugas dakwahnya, dan itu masih terlihat jelas,” tandasnya. (arh)