5.000 Orang Tewas dalam Konflik Armenia vs Azerbaijan

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, sekitar 5.000 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan Azerbaijan dan Armenia memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan. Jumlah yang disebut Putin jauh lebih tinggi dari angka kematian yang dilaporkan kedua belah pihak. Putin mengatakan bahwa dia berbicara kepada kedua belah pihak beberapa kali sehari, dan tidak akan memihak dalam konflik. Ditegaskan, Moskow tidak setuju dengan Turki - yang mendukung Azerbaijan - atas konflik tersebut. Presiden Rusia juga meminta Amerika Serikat untuk membantu mengupayakan perdamaian di wilayah tersebut. Armenia menuduh Azerbaijan melanggar gencatan senjata kemanusiaan di Nagorno-Karabakh, dan begitu pula sebaliknya. https://youtu.be/ts3I_Zz7F3E Pertempuran berkobar bulan lalu di wilayah itu, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dikendalikan etnis Armenia. Ini adalah konflik terburuk sejak perang selama enam tahun di wilayah tersebut yang berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1994. Apa yang dikatakan Putin? Rusia berada dalam aliansi militer dengan Armenia dan memiliki pangkalan militer di negara tersebut. Namun, Rusia juga memiliki hubungan dekat dengan Azerbaijan. "Ada banyak korban dari kedua sisi, lebih dari 2.000 dari masing-masing pihak," kata Putin pada pertemuan yang disiarkan stasiun televisi, dan menambahkan bahwa jumlahnya "mendekati 5.000". Ini jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, dengan jumlah kematian resmi yang dilaporkan masih di bawah 1.000. Otoritas Nagorno-Karabakh mengatakan 874 personel militernya dan 37 warga sipil telah kehilangan nyawa sejak 27 September. Azerbaijan mengatakan 61 warga sipil Azeri tewas, tetapi belum mengumumkan jumlah korban militernya. (Red) Sumber: BBC News





























