Pesantren Sangat Potensial Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Majalengka, Obsessionnews.com - Kementerian Agama (Kemenag) merangkul Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian memberikan edukasi implementasi keuangan inklusif dan keuangan syariah bagi pesantren.
Baca juga:
Wamenag Tegaskan Manfaatkan Bantuan Pesantren untuk Pencegahan Covid-19 dan Tolak Pemotongan!
Kemenag Gelar Uji Publik Aturan Turunan UU Pesantren
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan, edukasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi perekonomian yang dimiliki pesantren.
Menurutnya, pesantren merupakan entitas lembaga pendidikan keislaman yang menjamur di Indonesia, dan sangat potensial menjadi kekuatan ekonomi nasional. Sebab, dengan jumlah lebih dari 29 ribu, tiap pesantren memiliki produk dan jasa yang berbeda-beda.
Halaman selanjutnya“Sudah seharusnya Kementerian Agama melakukan sinergi dengan lembaga lainnya seperti Kemenko Perekonomian untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki psantren, terutama dalam bidang pengembangan ekonomi,” tutur Waryono di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (12/10/2020).
Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas Kemenag, Selasa (13/10), dalam kesempatan itu Waryono mengakui pengembangan ekonomi pesantren bukan tusi Kemenag. Karena itu, pihaknya menjalin sinergi dengan kementerian terkait, antara lain: Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UMKM.
“Kita terus perkuat sinergi. Kemenag memfasilitasi aspek penguatan pendidikan keagamaan, sedang untuk pengembangan perekonomian dilakukan kementerian terkait lainnya,” tandas Waryono.
Halaman selanjutnya Sementara itu Asisten Deputi Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Erdi Rio mengungkapkan, pesantren sangat segmentatif untuk menjadi pusat pemberdayaan dan model peningkatan potensi ekonomi nasional. Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas Kemenag yang menaungi lembaga pesantren secara berkelanjutan. “Pesantren itu potensial untuk jadi pusat pengembangan perekonomian nasional. Semoga kita terus bisa bersinergi dengan Kemenag,” tegas Edi. (arh)




























