Tentara Armenia Pernah Bantai Ratusan Muslim Bayi Hingga Nenek Renta

Ternyata, tentara Armenia pernah membantai ratusan muslim Azerbaijan, dari anak bayi uingga perempuan tua renta. Biadab! Sejarah mencatat kekejaman pasukan Angkatan Bersenjata Armenia, yang pernah melakukan pembantaian warga sipil. Tak segan, tentara-tentara Armenia tega menghabisi nyawa orang lanjut usia, wanita, anak-anak, bahkan bayi. Peristiwa mengerikan itu dikenal sebagai Pembantaian Khojaly (Hojali), yang terjadi pada 26 Desember 1962. Perang akibat sengketa wilayah Nagorno-Karabakh (Artsakh) yang melibatkan Armenia dan Azerbaijan sudah terjadi lebih dari 30 tahun. Pendudukan secara sepihak pasukan Angkatan Bersenjata Armenia di Artsakh, dipercaya sebagai faktor utama meletusnya Perang Armenia-Azerbaijan. Menurut laporan yang diterima VIVA Militer dari The New York Times, penduduk etnis Armenia yang tinggal Nagorno-Karabakh pernah memproklamirkan kemerdekaan pada 10 Desember 1991 dengan bentuk negara republik. Akan tetapi, dunia internasional tidak mengakui kedaulatannya. Karena secara de jure, Nagorno-Karabakh masih masuk dalam teritorial Azerbaijan. Sejak saat itu, Nagorno-Karabakh pun menjadi medan tempur yang melibatkan personel militer Armenia dan Azerbaijan. Khojaly sendiri merupakan distrik yang berada di wilayah Azerbaijan, dan terletak dalam batas administratif dengan wilayah Khankendi-Askeran. Di kota itu lah kejatahan perang yang dilakukan pasukan militer Armenia terjadi. Dalam data yang dikutip dari Human Rights Watch dan Times, ratusan warga sipil menjadi korban pembantaian pasukan Armenia. Tercatat ada 613 warga Azerbaijan mati dibunuh tentara Armenia. 106 diantaranya adalah wanita, sementara 83 korban lainnya adalah bayi dan anak-anak. Pembantaian itu terjadi saat sejumlah besar warga sipil dan kelompok pejuang Azerbaijan bergerak untuk meninggalkan Khojaly, karena kota itu sudah jatuh ke tangan pasukan militer Azerbaijan. Pergerakan warga sipil itu diketahui oleh pasukan Armenia lantaran ada sebuah pos penjagaan di perbatasan. Seketika, tentara Armenia langsung menembaki warga sipil Azerbaijan tanpa pandang bulu dengan kejam. Dalam laporan lain dari Human Rights Watch, resimen ke-366 Angkatan Bersenjata Armenia adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas pembantaian itu. Bahkan seorang perwira yang memimpin di kesatuan tersebut, sempat menduduki posisi Menteri Pertahanan Armenia, Kolonel Jenderal Seyran Ohanyan. Keterlibatan Ohanyan yang saat itu masih berpangkat mayor, dilaporkan oleh surat kabar Uni Soviet, Krasnaya Zvezda. Dalam laporan itu, sejumlah perwira dan prajurit Resimen ke-366 Angkatan Bersenjata Armenia diduga telah melancarkan serangan ke warga sipil Azerbaijan sejak 20 Februari 1962. Sejumlah prajurit juga diduga melakukan perampokan dan penjarahan atas warga sipil Azerbaijan. Hal ini terbukti dalam kantong dan tas prajurit ditemukan sejumlah mata uang Azerbaijan. https://youtu.be/HYKzIVz9nIg Hancurkan Tentara Armenia Pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan diklaim berhasil memenangkan perang melawan pasukan militer Armenia, di wilayah Nagorno-Karabakh. Setelah data yang diluncurkan Kementerian Pertahanan Armenia, ada bukti lain yang menegaskan keberhasilan pasukan Azerbaijan. Salah satu pihak yang meyakini jika pasukan Azerbaijan telah berhasil memenangkan pertempuran adalah Turki. Dalam laporan yang dikutip dari Hurriyet Daily News, kabar itu langsung dilontarkan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam kunjungannya ke Konya, Anatolia Tengah. “Armenia mengalami hasil yang terduga. Tentara Azerbaijan yang sekarang maju dengan sukses di garis depan, telah menyelamatkan banyak wilayah (Nagorno-Karabakh) dari pendudukan,” ujar Erdogan. https://youtu.be/HYKzIVz9nIg Dalam berita sebelumnya, Kementerian Pertahanan Armenia membongkar data yang memastikan pasukannya telah membunuh 540 orang prajurit Azerbaijan. Tak hanya itu, dalam keterangannya Kementerian Pertahanan Armenia juga mengonfirmasi jumlah kendaraan tempur dan artileri perang Azerbaijan yang berhasil dihancurkan. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada 30 September 2020, jumlah kematian pasukan Azerbaijan sangat sedikit daripada pasukan Armenia. Saat itu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan bahwa, pasukannya telah berhasil menghabisi nyawa 2.300 orang prajurit Armenia dan menghancurkan sejumlah unit kendaraan tempur dan artileri perang. (*/EM/Red) https://youtu.be/sdnsVWjvKQU





























