Agus Sebut Mayora Wajah Kebanggaan Indonesia

Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta agar pelaku industri di tanah air tetap optimistis menghadapi masa pandemi Covid-19 saat ini, dengan terus produktif dan inovatif.
“Sebab, sektor manufaktur, seperti industri makanan dan minuman selama ini menjadi penopang atau motor penggerak bagi perekonomian kita,” tandas Agus ketika melakukan kunjungan kerja di PT Mayora Indah Tbk, Tangerang, Banten, Jumat (18/9/2020).
Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Sabtu (19/9), dalam kesempatan tersebut Agus memberi contoh Mayora yang telah membuktikan sebagai pemain utama di kancah global, khususnya untuk sektor industri makanan dan minuman.
Baca juga:Para Pekerja yang Belum Disiplin Jalani Protokol Kesehatan Harus Ditindak TegasDisiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Menperin Beri Apresiasi kepada Mayora GroupJokowi: Mari Berdoa agar Allah SWT Segera Mengangkat Wabah Covid-19 dari Bumi IndonesiaPenanganan Covid-19 di Tangsel Membuahkan HasilIni yang Dilakukan Pemkot Tangsel Tangani Covid-19Halaman selanjutnyaIa menyebut Mayora merupakan wajah kebanggaan Indonesia, selain karena perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), juga mampu menembus pasar ekspor hingga 30-40 persen dari hasil produknya yang beragam. Banyak produk mereka yang menjadi leader di pasar internasional seperti Kopiko, Torabika dan Danisa.
Sementara itu Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan pelaku usaha dan asosiasi yang menunjukkan peningkatan kinerja industri makanan dan minuman pada bulan Juli. Pertumbuhan industri makanan dan minuman sepanjang tahun ini diproyeksi mencapai 3-4 persen.
Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk. Andre Sukendra Atmadj. Pihaknya merasa tren konsumsi di pasar telah pulih.
“Kami sangat optimis untuk kuartal III tahun ini akan tumbuh, karena titik terendah sudah kita lewati di bulan Mei. Pada bulan Juni sudah mengalami recovery. Bahkan, Agustus sudah lebih tinggi dari Juli,” ungkapnya.
Halaman selanjutnyaKemenperin mencatat pada Triwulan I Tahun 2020 sektor industri makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 36,4 persen terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9 persen.
Beikutnya pada semester I tahun 2020, industri makanan dan minuman memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor pada sektor manufaktur, dengan angka menembus USD13,73 miliar. Sektor unggulan ini mampu menunjukkan geliatnya menembus pasar internasional di tengah pandemi Covid-19. (arh)





























