Makan Semut Ratu Bisa Perpanjang Usia?

Setiap tahunnya, warga Barichara, Kolombia berlomba-lomba berburu semut ratu. Satu kilogramnya dapat dijual seharga 300.000 peso (Rp1,2 juta). Semut ini dianggap bisa memperpanjang usia. Hari terpenting di Barichara, kota kolonial Kolombia, bukanlah Natal, Tahun Baru atau Paskah. Penduduk setempat menyebut hari itu dengan penuh semangat: La Salida, atau "Keluar". Ketika hari itu tiba, rasa tak sabar terasa muncul di jalan-jalan berbatu dan bangunan bercat putih di Barichara. Penyapu jalan dan pembersih rumah meletakkan peralatan mereka saat bekerja, anak-anak menyelinap keluar dari sekolah dan pemilik toko menghilang tanpa jejak. Mereka semua mencari 'hormigas culonas', atau semut "pantat besar", yang dianggap sangat berharga seperti kaviar di wilayah Santander tengah utara Kolombia. Setiap musim semi saat jutaan serangga berpantat lebar ini menetas di pedesaan sekitarnya, kegilaan panen tahunan pun terjadi. "Siapa cepat, dia dapat," kata Margarita Higuera, yang pindah ke Barichara pada tahun 2000. "Jika Anda bisa meletakkan ember di atas sarang semut, maka semutnya adalah milik Anda, tak peduli siapa pemilik tanahnya. La Salida terjadi sekitar bulan Maret atau April, saat matahari bersinar cerah setelah hujan lebat dan ketika bulan purnama. La Salida menandai awal musim kawin tahunan semut, yang dapat berlangsung hingga dua bulan. Selama waktu itu, penduduk setempat berebut mengumpulkan semut ratu sebanyak mungkin. Kembung dengan telur dan siap untuk bereproduksi, ratu semut warna coklat berukuran sebesar kecoa ini dihargai karena pantatnya yang bundar. Rasanya seperti kacang, popcorn atau bahkan bacon renyah saat dipanggang dan diasinkan. "Menurut saya, rasanya unik," kata Higuera, sambil mencabut sayap tipis dari semut yang memenuhi panci kecil di atas meja dapurnya. "Ini mengingatkan saya pada masa lalu saya. Saya ingat suatu ketika kakek saya membeli satu tong penuh berisi semut, dan bisa terdengar bagaimana mereka semua merangkak di dalam. Seluruh keluarga duduk mengelilinginya dan menyianginya satu per satu." Semut ratu dinikmati sebagai makanan lezat dan dikunyah sebagai camilan di sudut jalan, digoreng di atas kompor rumah warga kelas pekerja, dan hadir pada menu di restoran kelas atas di seluruh Kolombia. Faktanya, 1 kg serangga ini dapat dijual seharga 300.000 peso (Rp1,2 juta), beberapa kali lebih berharga daripada kopi Kolombia yang terkenal di seluruh dunia. Maka, semut juga menjadi sumber pendapatan yang lumayan bagi penduduk setempat. "Sehari mengumpulkan hormigas, saya bisa mendapatkan uang setara gaji seminggu," kata Federico Pedraza, pembersih jalan di Barichara. "Tapi ini adalah pekerjaan yang berat. Koloni semuat tidak membiarkan ratunya diambil dengan mudah." Semut ratu yang dipanggang, goreng, atau diasinkan ini dianggap sebagai kaviar di wilayah Santander, Kolombia. (Peter Yeung) Pengumpul semut bisanya mengenakan sepatu bot karet dan baju lengan panjang untuk perlindungan. Mereka harus bekerja dengan cepat karena prajurit semut yang bertugas melindungi ratu dari bahaya, dapat menyerang dengan gigitan menyakitkan yang bisa membuat berdarah. Penduduk desa yang menyebar di ladang menyimpan para ratu yang menggugah selera itu ke dalam wadah apa pun yang ada: tas, kendi, pot, karung. Mereka bekerja dengan panik sepanjang siang, untungnya, imbalannya cukup besar. Selain sebagai sumber protein yang baik, spesies atta laevigata (juga dikenal sebagai semut pemotong daun Amerika Selatan) kaya akan asam lemak tak jenuh, yang mencegah kolesterol tinggi. Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition mengungkapkan bahwa semut mengandung antioksidan tingkat tinggi dan rutin mengkonsumsi semut dapat membantu mencegah kanker. "Itulah alasan mengapa kami barichara (sebutan penduduk setempat) biasanya berumur panjang dan sehat," kata Cecilia González-Quintero, seorang penjaga toko yang telah mengawetkan dan menjual semut dalam toples kaca selama 20 tahun. "Semut memberi kita kekuatan khusus, [terutama] semut dengan pantat besar." Hormigas culones telah dikonsumsi di dan sekitar Santander selama kurang lebih 1.400 tahun. Menurut catatan sejarah, penduduk asli Guane di Kolombia tengah pertama kali membudidayakan dan memasak serangga pada abad ke-7. Mereka menggunakan jepitan tajam semut sebagai jahitan untuk menyembuhkan luka. Belakangan, penjajah dan perampok Spanyol mengadopsi kebiasaan itu. (Red) Sumber BBC News




























