Ada Apa dengan Semburan Lumpur Panas di Blora?

Ada Apa dengan Semburan Lumpur Panas di Blora?
Semburan lumpur panas bercampur gas di kawasan Kesongo, Blora merupakan fenomena gunung lumpur atau Mud Volcano. Meletusnya kawah lumpur panas yang mencapai belasan meter itu terjadi pada hari Kamis (27082020), viral menjadi perhatian masyarakat dan media masa yang memberitakan. D "Diketahui belasan ternak kerbau milik warga sekitar yang sedang digembalakan terjebak hingga mati terkubur lumpur," ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein, M.Hum di Purwokerto, Selasa (1/9/2020). [caption id="attachment_321759" align="alignnone" width="218"] Gambar: Proses terjadinya gunung lumpur (Satyana, 2008)[/caption] Di tempat yang sama, Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Dr. Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si. (Bayu) memaparkan gunung lumpur (Mud Volcano) Kesongo terletak di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Gunung lumpur Kesongo tersebut, jelas dia, merupakan salah satu gunung lumpur di bawah permukaan bumi yang keluar ke permukaan secara alami, mirip dengan fenomena “Bledug Kuwu”, “Bledug Cangkring”, dan “Bledug Sedangrejo” yang terletak sekitar 15 kilometer di sebelah Barat Kesongo, tepatnya di daerah Grobogan, Jawa Tengah. Ahli Stratigrafi (Ilmu yang mempelajari lapisan batuan sedimen) ini memaparkan, letusan gunung lumpur Kesongo terjadi ketika gas metan dari bawah permukaan berusaha untuk mencapai permukaan namun terhalang oleh material lumpur, kemudian ketika tekanan gas metan sudah cukup kuat dan mampu mendorong material lumpur keluar. "Maka terjadilah letusan gunung lumpur tersebut. Gunung lumpur yang sangat aktif dengan letusan yang kecil-kecil cenderung lebih aman dari letusan yang besar, karena tekanan gas di bawah permukaan bumi sudah dikeluarkan ke permukaan," tambahnya. Namun demikian, tegas dia, masyarakat diharapkan tetap waspada dan jangan beraktifitas terlalu dekat dengan kawah gunung lumpur yang ada di daerahnya terutama yang jarang aktif letusannya. Adapun proses terjadinya gunung lumpur, menurut anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) ini, akibat adanya sedimen lumpur yang diendapkan secara cepat jutaan tahun yang lalu. "Pengendapan yang cepat menyebabkan sedimen lumpur yang masih banyak kandungan airnya terkubur dan tertekan oleh sedimen di atasnya," tandas Bayu. https://youtu.be/a-V-W-nK3Ro Ia menambahkan, proses tektonik juga ikut berperan menekan sedimen lumpur tersebut sehingga sedimen lumpur mencari jalan keluar ke permukaan melalui rekahan-rekahan yang ada di atasnya. "Adanya kandungan gas bumi berupa gas metan yang bercampur dengan sedikit Karbondioksida dan Nitrogen juga menambah tekanan lumpur di bawah permukaan, sehingga menghasilkan letusan lumpur tersebut," jelasnya. Bayu yang juga ahli Geologi Minyak dan Gas Bumi mengungkapkan, sisi positifnya adalah bahwa daerah ini umumnya sangat potensial menghasilkan minyak dan gas bumi. "Dengan teknologi dan pengetahuan yang baik tentang geologi daerah ini, maka akan dapat diproduksi dengan aman minyak dan gas bumi yang ada, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan minyak yang sudah memproduksi migas di sekitar gunung lumpur tersebut," terang Bayu. (Red) https://youtu.be/hUmycfhv268