Indonesia dan Australia Perlu Buka Koridor Perjalanan dengan Travel Bubble

Jakarta, Obsessionnews.com - Indonesia dan Australia menggelar acara webinar bilateral yang bertajuk Prospects For Cooperation In The Field of Tourism and Creative Economy Between Indonesia – Australia In New Normal, pada Jumat (24/7/2020). Hal itu dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 ini. Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf K. Candra Negara mengatakan, Indonesia merupakan destinasi tujuan terbesar kedua setelah New Zealand bagi Australia dengan top 3 destinasi wisatawan Australia, yakni Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2019 kunjungan wisman asal Austalia mencapai 1.386.803 dengan rata-rata spending per visit mencapai 1.900 dolar AS. Selain itu, total seats penerbangan dari Australia ke Indonesia mencapai 42.579 perminggu dan frekuensi penerbangan mencapai 199 perminggu. “Turunnya jumlah wisman ke Indonesia khususnya wisman asal Australia menuntut kita menyusun langkah kreatif, salah satunya dengan menguatkan kerja sama melalui webinar internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, salah satunya dengan Australia,” kata Candra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7/2020). Dia berharap ada informasi dan insight mengenai potensi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa diperkuat kerja samanya antara Indonesia dan Australia di era kebiasaan baru. Sementara itu, Deputy Chief of Mission Indonesian Embassy In Canberra Mohammad Syarif Alatas mengatakan, perlu adanya pembukaan koridor perjalanan dengan melakukan travel bubble. “Tujuannya ialah memudahkan masyarakat yang melintasi perbatasan dengan catatan Indonesia dan Australia sudah berhasil mengontrol situasi ini sehingga menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan wisata,” kata Syarif. Australia juga telah berencana untuk membuka perbatasan dengan kesepakatan lewat travel bubble. Travel bubble merupakan zona bepergian secara bebas, dengan syarat tidak keluar dari batasan yang ada. Australia dan Selandia Baru adalah negara yang pertama mengusung konsep tersebut, setelah melihat grafik penurunan Covid-19 yang mulai menurun antar kedua negara. Dalam pemaparannya, Regional General Manager South-South East Asia Tourism Australia Brent Anderson menambahkan, Australia juga melakukan beberapa langkah strategis untuk pemulihan di sektor pariwisata, seperti tetap menjaga hubungan dan menjalin kerja sama dengan perusahaan atau lembaga serta beberapa negara terkait industri pariwisata dan ekonomi kreatif dan mengutamakan kebutuhan, kesehatan, dan keselamatan wisatawan. “Selain itu, Australia juga melakukan kampanye dengan konsep ‘With Love From Aus'. Kami melakukan kampanye tersebut untuk menyambut hangat wisatawan mancanegara saat pandemi Covid-19 mereda di kemudian hari.” Ujar Bernard. (Poy)




























