Indonesia-Filipina Perkuat Promosi Ekonomi Kreatif

Indonesia-Filipina Perkuat Promosi Ekonomi Kreatif
Jakarta, Obsessionnews.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memperkuat kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif dengan Filipina. Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh mengatakan, Covid-19 telah mengguncang hampir semua negara secara global. Industri kreatif yang dikenal sebagai sektor yang sangat fleksibel dan telah terbukti mampu bertahan dari beberapa krisis ekonomi, saat ini juga ikut terdampak. "Mengingat semua tantangan dan peluang dari situasi saat ini dan seterusnya, webinar ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Filipina, yang telah dibahas oleh kedua negara sejak 2019," kata Frans dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessio news.com, Jumat (24/7/2020). Lewat diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide kreatif dan solusi inovatif yang dibutuhkan dalam mendukung industri kreatif bagi masing-masing negara. “Saya percaya bahwa alih-alih bersaing satu sama lain, kita lebih baik dan lebih kuat bersama," kata Frans Teguh. Wakil Dubes RI untuk Filipina Widya Rahmanto serta Anthony Rivera selaku Biro Pemasaran Ekspor, Departemen Perdagangan dan Industri Filipina menyambut baik rencana penguatan kerja sama promosi ekonomi kreatif antara kedua negara. Indonesia dan Filipina sama-sama menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. "Indonesia dan Filipina juga sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk menumbuhkan iklim dan ekosistem yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif. Jadi saya pikir ini menjadi peluang kita bersama. Kita punya semangat yang sama dan tantangan yang sama," kata Widya. Sementara itu, President and Founder of Creative Economy Council of the Philippines Paolo Mercado mengatakan, Filipina memiliki peta jalan ekonomi kreatif yang diusulkan oleh the Creative Economy Council of the Philippines (CECP). Filipina menargetkan dapat menjadi negara yang unggul di bidang ekonomi kreatif baik secara kuantitas dan kualitas di Asia Tenggara pada 2030. Periklanan, film, animasi, game development, dan desain akan menjadi lima sektor utama yang akan dijadikan penggerak utama ekonomi kreatif di Filipina. "Salah satu kekuatan dari ekonomi kreatif Filipina adalah sumber daya manusia. Indonesia adalah negara potensial untuk bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif," kata Paolo. Seperti diketahui, Kemenparekraf menggelar webinar bertajuk Promoting Indonesia and The Philipines Cooperation in Creative Economy in the 'New Normal', pada Rabu (22/7). (Poy)