Tompi dan Ridho Slank Pengisi Materi Kuliah Musik Online ‘Ngamen dari Rumah’

Jakarta, Obsessionnews.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ) memfasilitasi 200 musisi jalanan yang terdampak Covid-19 untuk tampil di panggung online dengan tema ‘Ngamen dari Rumah’. Tompi dan Ridho Hafiedz atau yang lebih dikenal dengan Ridho 'Slank' yang menjadi pengisi materi kuliah musik online dalam kegiatan ‘Ngamen dari Rumah’. Plt. Direktur Industri Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf Mohammad Amin mengatakan, kuliah musik online merupakan bagian dari rangkaian acara ‘Ngamen dari Rumah’ yang akan berlangsung pada 13-31 Mei 2020. "Ridho Hafiedz akan mengisi kuliah musik dengan tema 'Konsistensi Karya Musik' pada 16 Mei. Sehari setelahnya giliran Tompi yang akan mengisi kuliah musik dengan tema 'Musik Sebagai Gerakan Perubahan Sosial'," kata Amin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020). Selain Tompi dan Ridho ‘Slank’, musisi Anto Baret juga akan menjadi pembicara yang mengangkat tema ‘Jalanan dan Cerita, Catatan Kilas Balik KPJ 38 Tahun’ serta Mohammad Amin yang juga dikenal sebagai etnomusikologi akan mengisi kuliah online dengan tema ‘Musisi Jalanan, Instrumen Etnik dan World Music’. Musisi yang tertarik untuk tampil di acara ini dapat mengisi biodata online melalui tautan https://tinyurl.com/ngamendarirumah. Setelah mendaftar, para musisi diharuskan mengunggah video kreatif ngamen dari rumah pada periode 8-14 Mei 2020 di Instagram dengan menyertakan tanda pagar #kemenparekraf #ngamendarirumah #ngabuburitdirumahaja #stayproductive dan #indonesiacreative. Nantinya akan dilakukan proses kurasi untuk memilih 200 peserta. Video hasil kreasi 200 musisi tersebut akan ditayangkan di sosial media (Instagram, Facebook, dan YouTube) dengan hashtag yang terhubung dengan media sosial Kemenparekraf, GoPay, dan Institut Musik Jalanan. Video musisi jalanan yang sudah melalui tahap kurasi juga akan ditayangkan melalui IGTV @institutmusikjalanan pada 29-31 Mei 2020. Musisi yang terkurasi akan mendapat stimulus dari Kemenparekraf. Selain itu, mereka juga akan diberikan kesempatan untuk tampil secara live online pada 13,14,19, dan 20 Mei 2020. Begitu juga Live Online bersama public figure akan dilaksanakan pada 15, 16, 17, 21 dan 22 Mei 2020. Live online akan ditayangkan di media sosial instagram Institut Musik Jalanan dan Kemenparekraf pada pukul 15.30-17.30 WIB. (Poy)




























