Ini Aplikasi untuk Mengetahui Kerentanan Lokasi Penyebaran Covid-19

Ini Aplikasi untuk Mengetahui Kerentanan Lokasi Penyebaran Covid-19

Jakarta, Obsessionnews.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 meluncurkan Aplikasi Bersatu Lawan Covid (BLC). Aplikasi ini mempermudah masyarakat untuk menyikapi dan merespons Coronavirus disease 2019 atau Covid – 19.

Aplikasi berbasis gawai atau telepon pintar ini memiliki beberapa fitur fungsi. Melalui akses BLC, masyarakat dapat mengetahui kerentanan lokasi penyebaran Covid-19 di sekitar. Dengan tampilan secara spasial, sebaran Covid-19 dapat dilihat secara mudah sehingga mereka dapat membangun kewaspadaan.

Selain itu, aplikasi ini membantu masyarakat untuk mendeteksi gejala Covid-19. Apabila ada situasi masyarakat merasakan gejala yang dikenali, ini membantu untuk mempercepat konsultasi dan pemeriksaan diri oleh tenaga kesehatan pada tahap awal.

BLC membantu masyarakat untuk mengenali ancaman maupun bahaya Covid-19 sehingga mereka dapat juga mengurangi risiko yang lebih besar.

Pemimpin program konten aplikasi BLC Sheila Rachma menyampaikan, fitur BLC dikembangkan berdasarkan data terkini, tinjauan ilmiah dan berbasis bukti.

“Masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri untuk mengetahui status kesehatan, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, mengetahui kerawanan daerah dan edukasi harian,” ujar Sheila saat konferensi persi di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Selain masyarakat, aplikasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan. Mereka dapat melihat perkembangan pasien, fitur pemeriksaan rapid diagnostic test atau RDT dan data riwayat medis pasien.

“Aplikasi ini mempermudah petugas untuk dapat melakukan pemantauan pasien Covid pada wilayah kerjanya, melaporkan hasil pemeriksaan pasien termasuk rapid test dan lain-lain. Mobile apps ini terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan Covid,” ujar Sheila.

Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh kementerian, institusi dan pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pengembangan ini dilatarbelakangi tekad untuk merangkul seluruh masyarakat. Berbagai komponen tersebut telah bahu membahu untuk menanggulangi Covid-19.

Mobile apps BLC ini dibentuk dari kolaborasi segala macam aspek tidak hanya menggunakan pendekatan medis melainkan kesehatan masyarakat, psikologis dan sosial.

“Adanya sinergi dan kedisiplinan dari seluruh aspek kita jadikan sistem ini sebagai tembok pertama dalam pertahanan mencegah dan melawan Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa integrase data sangat penting. “Ini seperti ibarat peta navigasi dalam menghadapi Covid,” ujar Dewi.

Ia juga mengatakan bahwa data yang cepat, akurat dan terintegrasi dibutuhkan untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial. (Poy)