Zelensky Telepon Presiden Trump: "Jaga Mulutmu!"

Zelensky: "Saya Katakan kepada Trump untuk Menjaga Mulutnya" Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menepis adanya represi dari sejawatnya dari Amerika Serikat (AS) kepada dirinya berkaitan dengan skandal Ukrainegate. Dengan berani Zelensky menelepon Donald Trump dan meminta Presiden AS tersebut agar menjaga mulunya. “Saya meminta Trump untuk mengubah retorika ucapannya berkaitan dengan Ukraina,” ucap Zelensky Kamis (10/10/2019), seperti dilaporkan Reuters. Terkait kontak telepon dirinya dengan Donald Trump, Zelensky mengatakan, bahwa tidak ada pembahasan mengenai pemerasan, tapi Presiden Ukraina ini mengingatkan Trump untuk tidak menyebut Ukraina negara korup. "Tujuan dari dialog ini adalah menyusun pertemuan dengan Trump dan lebih lanjut ia meminta Trump untuk mengubah retorita ucapannya mengani Kiev," tegas Zelensky. Pengakuan seorang pejabat intelijen Amerika menunjukkan bahwa Donald Trump baru-baru ini dalam kontak telepon dengan Zelensky meminta dan menekan sejawatnya dari Ukraina ini untuk memberi komentar terkait berkas peradilan Hunter Biden, anak Joe Biden, rival paling potensial Trump di pilpres 2020 mendatang. Seiring dengan terbongkarnya skandal yang dikenal dengan Ukrainegate ini, proses interpelasi Trump di DPR telah dimulai. Isu Pelengseran Trump Menguat Kongres Amerika Serikat dari fraksi Partai Demokrat telah secara resmi memulai penyelidikan dalam upaya mereka untuk memakzulkan (impeachment) Presiden Donald Trump. Proses penyelidikan dipicu oleh rilisnya transkrip telepon dari Gedung Putih dan aduan seorang whistleblower yang mengindikasikan bahwa Donald Trump menekan presiden Ukraina yang baru untuk ikut campur dalam pemilihan 2020, dengan mendesaknya menyelidikan kandidat capres dari Demokrat, Joe Biden. Isu rencana pemakzulan Trump oleh kubu Demokrat terus mencuat. Presiden kontroversial itu terbukti menekan Presiden Ukraina untuk melakukan upaya penyelidikan guna menyingkirkan saingannya dalam pemilu presiden 2020 nanti, yaitu Joe Biden. Tidak hanya Demokrat yang mengusulkan pemakzulan Trump. Banyak rakyat Amerika mendukung pemakzulan Trump, bahkan jumlahnya juga dikabarkan meningkat sebesar 8% dalam sepekan terakhir. Menurut hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada hari Senin (30/9/19), dukungan untuk pemakzulan Trump meningkat. Dari jajak pendapat pada 26-30 September 2019, ditemukan bahwa 45% orang dewasa menganggap bahwa Trump yang berasal dari Partai Republik "harus dimakzulkan". (ParsToday)





























