Perhatikan, Ini 10 Pantangan Selama Mendaki Gunung

Perhatikan, Ini 10 Pantangan Selama Mendaki Gunung
Jakarta, Obsessionnews.com - Bagi anak muda mendaki gunung adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Bahkan dari tahun ke tahun para pencinta alam bebas ini jumlahnya terus naik. Orang banyak naik ke gunung dengan beragam alasan, mulai dari ingin melihat pemandangan dari puncak gunung dengan sensasi alamnya, atau bosan dengan cara liburan yang biasa. Namun tetap saja, setiap tempat dari sesuatu hal yang disenangi selalu ada aturan yang berisi larangan, pantangan, dan imbauan apa yang boleh dilakukan apa yang tidak. Begitu pula dengan mendaki gunung, sebagai seorang pendaki, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan dan harus ditaati demi menjaga keselamatan dan kenyamanan. Berikut adalah 10 pantangan yang harus ditaati saat mendaki gunung agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. 1. Jangan melakukan pendakian ilegal Setiap gunung pasti ada petugas dan penjaga, pendaki harus mentaati imbauan petugas. Salah satunya adalah sampai mana batas pendakian boleh dilakukan. Karena tak semua gunung boleh didaki hingga puncak, bisa jadi gunung tersebut terlalu aktif atau medannya sedang dalam kondisi tidak stabil untuk didaki. Pastikan mendaftarkan diri kepada petugas sebelum mendaki, jangan sampai menjadi pendaki ilegal karena resiko keselamatan sangat besar. 2. Jangan memotong jalur pendakian dan membuat jalur baru Saat mendaki, ikutilah jalur yang telah tersedia. Hal ini mencegah terjadinya hal-hal buruk yang mungkin terjadi, seperti tersesat atau melewati jalur yang berbahaya. Jangan sekali-kali memotong atau membuat jalur sendiri, apalagi hanya karena ingin coba-coba, sampai lebih cepat, dan sebagainya. 3. Jangan memaksakan ambisi hanya untuk kepuasan pribadi Mendaki pasti dilakukan secara berkelompok. Nah, yang harus disadari adalah keselamatan kelompok itu lebih penting daripada keinginan pribadi untuk sampai ke puncak. Mendaki adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam. Keadaan alam yang tidak menentu kadang menjadi hambatan saat mendaki. Seorang pendaki harus tahu kapan untuk berhenti atau bahkan kembali turun tanpa mencapai puncak. Jangan sampai memaksakan ambisi ingin sampai puncak tanpa memikirkan keselamatan diri dan orang lain. 4. Jangan mengubah atau merusak tanda-tanda jalur pendakian Saat berada di gunung, hindari melakukan hal-hal bodoh dan tidak bermanfaat, apalagi sampai membahayakan orang lain. Iseng boleh, tapi jangan sampai mencelakai orang lain. Misalnya seperti mengubah tanda-tanda jalur pendakian yang dapat berakibat fatal bagi pendaki lain akibat berjalan ke arah yang salah. Apabila kita melihat pendaki lain yang merusak ataupun merubah tanda pendakian, sebaiknya kita juga mengingatkannya 5. Jangan melakukan tindakan vandalisme Masih banyak pendaki yang melakukan tindakan memalukan ini. Aksi vandal adalah menuliskan nama, komunitas atau negara tertentu pada apa saja yang ada di gunung. Meski terlihat sepele, tapi bisa merusak pemandangan dan membuat gunung terlihat kotor. Bukan cuma itu, keselamatanmu bisa terancam jika melakukan hal-hal tak terpuji seperti vandalisme. 6. Jangan mengambil apapun di gunung, baik itu tumbuhan, hewan dll Saat di gunung, pendaki tak boleh mengambil apapun, kecuali foto. Banyak hal menarik yang dapat dijumpai di sana, seperti bunga edelweis atau hewan-hewan imut yang gak bisa ditemui daratan biasa. Mengambil bunga edelweis adalah tindakan ilegal dan tidak bertanggung jawab. Pemikiran seseorang adalah "hanya" mengambil bunga edelweis tidak akan berakibat buruk bagi orang lain. Namun jika beribu-ribu orang memiliki pemikiran yang sama, maka besar kemungkinan generasi penerus yang akan datang hanya akan dapat melihat bunga edelweis dari fotonya saja. Mengambil dan berniat memelihara hewan imut juga tidak dibenarkan. Apalagi membunuh dan memburunya, hingga berdampak pada ekosistem yang ada. 7. Jangan mendirikan tenda di dekat sumber air Saat mendirikan tenda, tentu harus mencari tempat yang datar dan lapang. Namun, tak semua tempat yang lapang dan datar dapat dijadikan untuk membangun tenda. Hindari mendirikan tenda di dekat sumber mata air seperti sungai, danau, dan air terjun. Selain untuk menghindari banjir banjir datang tiba-tiba, hal ini juga mencegah kita dari hewan buas yang mencari minum saat malam hari. Gak mau, kan saat terlelap tiba-tiba dikagetkan dengan sapaan hewan buas yang menakutkan? 8. Jangan membuang sampah sembarangan Sampai saat ini, masih ada saja pendaki yang melanggar pantangan dan tetap membuang sampah sembarangan. Mereka enggan membawa sampah yang mereka hasilkan dan meninggalkannya begitu saja. Padahal selain membuat pemandangan menjadi rusak, hal ini juga mengakibatkan gunung menjadi tercemar. Bawalah kantong untuk menumpuk sampah selama pendakian, lalu buanglah di tempat sampah yang biasanya disediakan pihak basecamp. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak dan kenangan selama di gunung. 9. Hindari menyalakan api unggun jika tidak diperlukan Menyalakan api unggun sebaiknya dilakukan jika benar-benar dibutuhkan. Nyalakan api unggun saat benar-benar kedinginan dan untuk mengusir ancaman hewan buas. Jika hanya ingin menghangatkan air atau memasak, kamu menggunakan kompor gunung atau parafin. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan, yang biasanya disebabkan oleh adanya sisa api unggun yang ditinggalkan, tapi belum benar-benar padam. 10. Jangan sampai terpisah dari rombongan Saat mendaki, pastikan untuk tidak terpisah dari rombongan atau meninggalkan teman satu rombongan dengan jarak yang cukup jauh. Karena setiap orang memiliki stamina yang berbeda-beda. Sehingga lebih baik jika orang dengan stamina paling lemah diposisikan di tengah kelompok, agar tak tertinggal. Beberapa kematian dan laporan orang hilang di gunung disebabkan oleh terpisah dan tertinggal dari kelompoknya. Oleh karena itu, kekompakan dan saling menjaga adalah hal yang harus dijaga selama mendaki. (Albar)