LSPR Teken Kerja Sama Pencegahan Stroke dengan RS PON

Jakarta, Obsessionnews.com - London School of Public Relations, atau yang lebih dikenal dengan nama LSPR - Jakarta bekerja sama dengan RS Pusat Otak Nasional (RS PON) untuk melakukan mencegah dan mengendalikan stroke di Indonesia. Kerja sama tersebut diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara kedua belah pihak.
Penandatanganan dilakukan oleh Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR selaku Founder & Director LSPR Jakarta dan Dr. Mursyid Bustami Sp.S (K) KIC, MARS sebagai Direktur Utama RS PON. MoU signing ceremony antara LSPR dan RS PON dilaksanakan di Prof Djajusman Auditorium & Performance Hall, LSPR - Jakarta, Selasa (2/7/2019).
[caption id="attachment_285183" align="alignnone" width="640"]
dr Mursyid Bustami, Sp.S (K) KIC, MARS, Direktur Utama RS PON sebagai narasumber pada talkshow dengan tema “PEDULI STROKE” bersama moderator acara ibu Elke Alrxandrina, M.Sc Head of LSA (London School Academy). (Foto: dok LSPR)[/caption] Kerja sama dilakukan dalam rangka perayaan hari ulang tahun LSPR - Jakarta, sekaligus sebagai upaya untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Rencananya kerja sama ini akan dilakukan selama dua tahun.
Adapun kerja sama itu meliputi berbagai aspek diantaranya adalah sosialisasi, penelitian, pengabdian masyarakat serta membantu kampanye CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres).
“Salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke, oleh karena itu LSPR ingin membantu mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pencegahan stroke sehingga ke depannya akan mampu mengendalikan bahkan menurunkan angka penderita stroke. Kami juga berharap, dengan partisipasi LSPR dalam program ini, maka lebih banyak lagi masyarakat yang peduli untuk hidup sehat,” ujar Prita.
[caption id="attachment_285184" align="alignnone" width="640"]
Founder & Director LSPR Jakarta Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR berjabat tangan dengan Direktur Utama RS PON Dr Mursyid Bustami Sp.S (K) KIC, MARS. (Foto: dok LSPR)[/caption] Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan dr. Bambang Wibowo Sp.OG (K), Mars menyampaikan bahwa dari data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 menunjukkan Stroke merupakan penyebab kematian utama, yaitu sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian untuk semua umur disusul penyakit Kardiovaskuler, Diabetes Mellitus dan Kompikasinya.
Selain itu, data dari Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) tahun 2016, menyatakan bahwa penyakit stroke merupakan penyakit ke empat yang menghabiskan biaya kesehatan terbesar setelah penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker yaitu sebesar 1,3 Triliun.
[caption id="attachment_285185" align="alignnone" width="640"]
Para pimpinan LSPR Jakarta berpoto bersama pimpinan RS PON usai penandatanganan MoU. (Foto: dok LSPR)[/caption] Oleh karena itu, menurut dia diperlukan upaya strategis dalam pencegahan dan pengendalian stroke yaitu melalui perubahan perilaku masyarakat melalui penguatan upaya promotif preventif. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).
Dimulainya kemitraan ini ditandai dengan seminar “Peduli Stroke, Because I Care” dengan pembicara Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional dr Mursyid Bustami, Sp.S,KIC. Dimana ia menekankan stroke awareness yaitu FAST yang merupakan F (Face) - A (Arm)- S (Speech ) - T (Time).
FAST merupakan cara untuk mendeteksi tanda dan gejala awal stroke, seperti perlu dicermati apakah ada perubahan pada wajah? apakah ada gejala kebas/ mati rasa pada tangan?, apakah cara bicara berubah cadel atau pelo dan yang terakhir waktu sangatlah berharga dalam penanganan stroke, jadi segera membawa pasien ke UGD terdekat. (Has)





























