Kesadaran Berzakat Semakin Tumbuh di Tengah Masyarakat

Kesadaran Berzakat Semakin Tumbuh di Tengah Masyarakat
Jakarta, Obsessionnews.com -Pengumpulan zakat di semua lembaga rata-rata mengalami peningkatan yang signifikan selama Ramadan. Untuk itu lembaga zakat harus proaktif tidak hanya dalam pelayanan penerimaan zakat. Namun juga dalam penyaluran zakat secara tepat sasaran dan mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan di mana pun.   Baca juga: BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Rp 3,5 Triliun pada Ramadan 2019   Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama M Fuad Nasar menuturkan, keteladanan pejabat negara membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) seperti dilakukan oleh presiden, menteri dan kepala daerah yang dipublikasikan secara luas, diharapkan memberi dampak positif, baik kepada masyarakat maupun kepada jajaran birokrasi untuk semakin mendukung penguatan institusi zakat di negara kita. "Tugas membangun kesadaran berzakat bukan hanya tugas lembaga dan amil zakat, tetapi tugas semua elemen umat Islam," kata Fuad melalui keterangan tertulis, Selasa (4/6/2019). Hal tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan lewat jalur dakwah, pendidikan dan pengembangan kebijakan publik di sektor pemberdayaan ekonomi umat. Fuad menggarisbawahi pentingnya setiap lembaga zakat menjaga kepercayaan umat dan merawat kesadaran berzakat yang semakin tumbuh di tengah masyarakat. Pemerintah memberi ruang dan kebebasan kepada lembaga zakat dalam berinovasi mengembangkan layanan pengumpulan zakat dan menentukan sasaran penyaluran zakat kepada mustahik yang berhak sesuai ketentuan syariah dan perundang-undangan. Fuad mengajak seluruh umat Islam agar memaknai Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum untuk meneguhkan kesadaran, bahwa kehidupan manusia meliputi dimensi fisik dan spiritual yang harus dijaga keseimbangannya supaya tidak terjadi kepincangan. Ia menyitir pesan tokoh besar umat Islam Indonesia dan pahlawan nasional Haji Agus Salim (1884 – 1954) seputar hikmah kenapa umat Islam sebelum pergi salat hari raya dan bersuka-ria di hari Idul Fitri mesti mengeluarkan sedekah zakat fitrah. Menurutnya, hal itu berarti umat lebih dulu diwajibkan mengingat saudara-saudara sesama manusia yang dalam kekurangan dan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, sebagai bukti persaudaraan Islam. "Dengan bekal kasih dan sayang kepada sesama manusia, bersyukur dan berharap kepada Tuhan, barulah kita berlepas hati menghubungkan silaturahim dengan sanak, karib kerabat dan handai taulan pada hari itu," kata Nasar mengutip pesan Haji Agus Salim. Pesan ini sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad di dalam hadis, “Tidak kamu akan masuk surga kecuali kamu beriman, dan tidak kamu beriman kecuali berkasih sayang kepada sesama manusia. Marilah aku tunjukkan kamu satu hal, jika kamu perbuat tentu kamu akan berkasih sayang, yaitu tebarkan salam (kedamaian dan keselamatan) di antara kalian.” Fuad menekankan ajaran kasih sayang sesama manusia wajib dihayati oleh setiap muslim di mana pun dan kepada siapa pun, antara lain tercermin dalam kewajiban menunaikan zakat fitrah dan zakat harta. (arh)