Indonesia Penyuplai Ekspor Tuna Terbesar di Dunia

Jakarta, Obsessionnews.com - Kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memang patut diacungkan jempol. Bagaimana tidak, di bawah kepemimpinan perempuan berdarah Jawa Barat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan mampu menaikan produksi perikanan Indonesia melalui kebijakan-kebijakannya yang dianggap ekstrim. Salah satu kebijakannya, yakni penenggelaman kapal nelayan asing yang telah memasuki wilayah kelautan untuk mencuri ikan yang berada di wilayah Indonesia. Benar saja, ternyata kebijakan tersebut dapat memberikan dampak positif pada sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Sejak Oktober 2014, kebijakan Susi tercatat telah menenggelamkan 503 kapal pencuri ikan. Penenggelaman kapal ikan asing yang terbukti melanggar hukum merupakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi permasalahan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang menurun selama bertahun-tahun. Perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965 ini menegaskan, tindakan penenggelaman sebagai cara pemusnahan kapal mensimbolkan sikap tegas pemerintah untuk menumbuhkan efek jera dari pelaku maupun maupun masyarakat. Berkat kebijakan tersebut, kini Indonesia terkenal sebagai Negara penyuplai ikan terbesar di dunia. "Saat ini neraca dagang perikanan Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Prestasi lainnya juga ditorehkan Indonesia sebagai negara penyuplai ekspor tuna terbesar di dunia," kata Susi, saat penenggelaman 13 kapal nelayan Vietnam di Pulau Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019). Peningkatan neraca dagang perikanan tak terlepas dari produksi perikanan yang juga terus mengalami peningkatan. Dalam keterangan tertulisnya, Susi menyebut, triwulan III 2015 produksi perikanan sebanyak 5.363.274 ton, mengalami kenaikan 5,24 persen menjadi 5.664.326 ton pada 2016. Kenaikan kembali terjadi 8,51 persen di periode yang sama 2017, yaitu sebesar 6.124.522 ton. Di triwulan III 2018, produksi perikanan kembali meningkat 1,93 persen yaitu mencapai 6.242.846 ton. Sementara itu, pada triwulan III tahun 2018, PDB perikanan mencapai nilai Rp 59,98 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 senilai Rp 57,84 triliun. Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan PDB dari 6,85 persen di triwulan III 2017 menjadi 3,71 persen di triwulan III 2018, PDB perikanan mengalami peningkatan di setiap kuartal, begitu pula dengan jumlah produksi perikanan. (Poy)





























