Pakai Jilbab, PM Wanita Ikut Lihat Sholat Jumat Pertama

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern benar-benar pemimpin yang hebat. Meski wanita non muslim, tetapi orang nomor satu di Selandia ini mengenakan jilbab sebagai tanda empati terhadap ummat Islam pasca serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia, yang menewaskan 50 jamaah muslim, Jumat lalu, yang dilakukan oleh teroris Kristen radikal asal Australia berkulit putih. Tak hanya berinisiatif menyiarkan adzan di TV nasional, Jacinda Ardern bahkan mendatangi langsung di area masjid Al-Noor di Kota Christchurch, saat jamaah muslim melaksanakan ibadah sholat Jumat (22/3/2019). Ini adalah sholat Jumat pertama setelah serangan masjid di Christchurch. "Kami bertekad tidak membiarkan siapa pun memecah-belah kami," tegas PM Selandia Baru seperti dilansir bbc.com, Jumat (22/3). Sejalan dengan sikap PM wanita yang simpati itu, ribuan orang berkumpul di Hagley Park, dekat masjid Al-Noor, menandai hari berkabung nasional untuk para korban serangan bersenjata yang menewaskan 50 orang. Empati dan simpati ditunjukkan warga Kota Christchurch dengan memasang antara lain berupa spanduk atas keluarga korban dan juga bagi umat Islam di kota itu. https://www.youtube.com/watch?v=VAOFrW7Q6CY Seorang pria warga Kota Christchurch, membentangkan poster yang isinya menunjukkan empatinya atas kejadian serangan bersenjata di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang warga Muslim setempat. Sebagian warga itu juga melakukan gerakan solidaritas dengan bergandengan tangan untuk menunjukkan semangat kebersamaan serta memberikan perlindingan kepada umat Islam yang sedang berduka. PM Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan warga yang berdukacita di dekat masjid Al-Noor, satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran penembakan pada Jumat lalu. Dalam pidato yang ditujukan kepada komunitas Muslim, PM wanita bijak ini berkata: "Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu." Ia pun berharap, masjid-masjid di seluruh negeri diharapkan membuka pintu bagi pengunjung, dan masyarakat akan membentuk rantai manusia di beberapa masjid sebagai aksi simbolis perlindungan dan solidaritas. Sebelumnya, Ardern mendorong sebanyak mungkin warga Selandia Baru untuk memanfaatkan hari ini untuk berhenti sejenak dan merenung. [caption id="attachment_277552" align="alignnone" width="640"]
PM Jacinda Ardern (tengah) tiba dengan pengawalan ketat di Hagley Park, tak lama sebelum salat Jumat dimulai. (BBC)[/caption] "Saya tahu banyak warga Selandia Baru ingin menandai sepekan yang telah berlalu sejak serangan teroris dan mendukung komunitas Muslim seiring mereka kembali ke masjid. Apa yang kita renungkan selama pengheningan akan berbeda-beda. Semua orang harus melakukan apa yang terasa pas bagi mereka, di manapun mereka berada — di rumah, di tempat kerja, di sekolah," kata PM Ardern. Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari. Di Kota Wellington, Selandia Baru, warga kota itu menunjukkan sikap ikut bergabung di depan masjid di kawasan Kilbirnie. Sebagian warga itu mengenakan kerudung sebagai bentuk rasa berkabung. Penghormatan terhadap korban serangan bersenjata di Kota Christchurch, juga terlihat dalam gundukan karangan bunga, poster, dan catatan yang ditempel warga kota itu di Masjid Jamia di Hamilton. https://www.youtube.com/watch?v=5AN53652IWo Adzan Disiarkan TV Selandia Panggilan sholat bagi Muslim atau azan disiarkan di televisi dan radio nasional Selandia Baru pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening. Siaran tersebut didahului dengan pidato dari PM Selandia Baru Jacinda Ardern, yang berkata: "Menurut Nabi Muhammad... orang-orang yang beriman dalam kebaikan, kasih sayang, dan simpati mereka bagaikan satu tubuh. Ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakit." Anak muda terlihat menangis saat salat Jumat di Masjid Jami di Hamilton, sepekan setelah serangan masjid di Kota Christchurch, yang menewaskan 50 orang. Di Hagley Park, umat Muslim di Kuta Christchurch melakukan salat jumat pertama sepekan setelah serangan di dua masjid di kota itu. Di tempat yang sama, ribuan orang berkumpul untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban. Tiga warga Muslim ikut menghadiri acara berkabung nasional di Hagley Park, yang juga dihadiri ribuan warga setempat dengan latar agama dan etnis yang berbeda. Sementara itu, Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak "melukai hati jutaan orang di seluruh dunia". "Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang. Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami," ujarnya.
Sholat Jumat Pertama Sholat Jumat pada 22 Maret 2019 yang dihadiri oleh PM Selandia Baru Jacinda Ardern adalah sholat Jumat pertama setelah insiden Christchurch, disertai siaran langsung adzan oleh radia dan TV nasional Selandia Baru serta para perempuan mengenakan hijab/jilbab. Selandia Baru menyiarkan suara azan, diikuti dengan dua-menit hening, dalam upacara memperingati sepekan sejak serangan Christchurch. PM Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan warga yang berdukacita di dekat masjid Al-Noor, satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran penembakan pada Jumat lalu. Dalam pidato yang ditujukan kepada komunitas Muslim, ia berkata: "Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu." Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan tersebut. Warga Australia, Brenton Tarrant pelaku serangan penembakan di masjid, yang menyebut dirinya pegiat supremasi kulit putih, telah dikenai satu dakwaan pembunuhan dan diperkirakan akan menghadapi dakwaan lainnya. Pada Kamis kemarin (21/3), Ardern mengumumkan larangan bagi semua jenis senjata semi-otomatis. Ribuan orang berkumpul di Hagley Park, dekat masjid Al-Noor, untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban. Panggilan salat bagi Muslim, atau azan, disiarkan di televisi dan radio nasional pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening. Masjid-masjid di seluruh negeri diharapkan membuka pintu bagi pengunjung, dan masyarakat akan membentuk rantai manusia di beberapa masjid sebagai aksi simbolis perlindungan dan solidaritas. Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari. Sementara itu, petugas pemerintah bekerja sampai larut malam untuk menyiapkan masjid dan jenazah para korban untuk pemakaman massal di Christchurch pada Jumat sore. Salah satu petugas yang terlibat berkata: "Semua jenazah telah dimandikan. Kami selesai sekitar pukul 1:30 pagi. Ini tugas kami. Setelah selesai, ada banyak emosi, orang-orang menangis dan berpelukan." (Red)
PM Jacinda Ardern (tengah) tiba dengan pengawalan ketat di Hagley Park, tak lama sebelum salat Jumat dimulai. (BBC)[/caption] "Saya tahu banyak warga Selandia Baru ingin menandai sepekan yang telah berlalu sejak serangan teroris dan mendukung komunitas Muslim seiring mereka kembali ke masjid. Apa yang kita renungkan selama pengheningan akan berbeda-beda. Semua orang harus melakukan apa yang terasa pas bagi mereka, di manapun mereka berada — di rumah, di tempat kerja, di sekolah," kata PM Ardern. Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari. Di Kota Wellington, Selandia Baru, warga kota itu menunjukkan sikap ikut bergabung di depan masjid di kawasan Kilbirnie. Sebagian warga itu mengenakan kerudung sebagai bentuk rasa berkabung. Penghormatan terhadap korban serangan bersenjata di Kota Christchurch, juga terlihat dalam gundukan karangan bunga, poster, dan catatan yang ditempel warga kota itu di Masjid Jamia di Hamilton. https://www.youtube.com/watch?v=5AN53652IWo Adzan Disiarkan TV Selandia Panggilan sholat bagi Muslim atau azan disiarkan di televisi dan radio nasional Selandia Baru pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening. Siaran tersebut didahului dengan pidato dari PM Selandia Baru Jacinda Ardern, yang berkata: "Menurut Nabi Muhammad... orang-orang yang beriman dalam kebaikan, kasih sayang, dan simpati mereka bagaikan satu tubuh. Ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakit." Anak muda terlihat menangis saat salat Jumat di Masjid Jami di Hamilton, sepekan setelah serangan masjid di Kota Christchurch, yang menewaskan 50 orang. Di Hagley Park, umat Muslim di Kuta Christchurch melakukan salat jumat pertama sepekan setelah serangan di dua masjid di kota itu. Di tempat yang sama, ribuan orang berkumpul untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban. Tiga warga Muslim ikut menghadiri acara berkabung nasional di Hagley Park, yang juga dihadiri ribuan warga setempat dengan latar agama dan etnis yang berbeda. Sementara itu, Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak "melukai hati jutaan orang di seluruh dunia". "Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang. Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami," ujarnya.
Sholat Jumat Pertama Sholat Jumat pada 22 Maret 2019 yang dihadiri oleh PM Selandia Baru Jacinda Ardern adalah sholat Jumat pertama setelah insiden Christchurch, disertai siaran langsung adzan oleh radia dan TV nasional Selandia Baru serta para perempuan mengenakan hijab/jilbab. Selandia Baru menyiarkan suara azan, diikuti dengan dua-menit hening, dalam upacara memperingati sepekan sejak serangan Christchurch. PM Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan warga yang berdukacita di dekat masjid Al-Noor, satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran penembakan pada Jumat lalu. Dalam pidato yang ditujukan kepada komunitas Muslim, ia berkata: "Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu." Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan tersebut. Warga Australia, Brenton Tarrant pelaku serangan penembakan di masjid, yang menyebut dirinya pegiat supremasi kulit putih, telah dikenai satu dakwaan pembunuhan dan diperkirakan akan menghadapi dakwaan lainnya. Pada Kamis kemarin (21/3), Ardern mengumumkan larangan bagi semua jenis senjata semi-otomatis. Ribuan orang berkumpul di Hagley Park, dekat masjid Al-Noor, untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban. Panggilan salat bagi Muslim, atau azan, disiarkan di televisi dan radio nasional pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening. Masjid-masjid di seluruh negeri diharapkan membuka pintu bagi pengunjung, dan masyarakat akan membentuk rantai manusia di beberapa masjid sebagai aksi simbolis perlindungan dan solidaritas. Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari. Sementara itu, petugas pemerintah bekerja sampai larut malam untuk menyiapkan masjid dan jenazah para korban untuk pemakaman massal di Christchurch pada Jumat sore. Salah satu petugas yang terlibat berkata: "Semua jenazah telah dimandikan. Kami selesai sekitar pukul 1:30 pagi. Ini tugas kami. Setelah selesai, ada banyak emosi, orang-orang menangis dan berpelukan." (Red) 




























