Ini Bukti KPK Kerja

Jakarta, Obsessionnews.com - Bloub....! Api menjalar di dinding bagian atas rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42 C 01/03, Pancoran, Jakarta Selatan. Kira-kira seperti itu saat kejadian terror bom molotov yang diberikan kepada pimpinan KPK pada Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 01.00. Tak hanya Laode, Ketua KPK Agus Raharjo pun mendapat teror bom. Jadi kediaman keduanya disebut-sebut diteror dengan menggunakan bom. Bahkan, di rumah Agus Raharjo di Perum Graha Indah Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi ditemukan tas warna hitam diduga berisi bom rakitan jenis high explosive pada Rabu (9/1). Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga bom rakitan jenis high explosive itu pertama kali dilihat oleh petugas keamanan rumah Agus, Ajun Inspektur Polisi dua (Aipda) Sulaeman sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah itu, Sulaeman membuka pintu gerbang rumah sambil menunggu sopir tiba. Selang dua menit, sopir datang menjemput Agus di kediamannya. Saat itu, posisi mobil Innova yang dikendarai sopir berada di luar rumah, sementara di garasi ada mobil Camry. Kemudian, mobil Innova dimundurkan agar dapat mengeluarkan mobil Camry yang ada di dalam garasi. Selanjutnya, Sulaeman memeriksa tas hitam itu dan menemukan barang yang diduga rangkaian bom. Melihat barang yang diduga rangkaian bom, Sulaeman segera mengamankan tas itu ke rumah sebelah. Kemudian, dirinya bersama anggota Polri satuan Gegana Bripka I Nyoman Ardana melakukan penjinakan bom dengan cara melepas baterai dan detonator yang berfungsi sebagai pemicu ledakan. Barang bukti yang diduga bom tersebut berupa pipa paralon, detonator, sikring, kabel warna kuning, biru, oranye, palu ukuran 7 cm. Lalu, ada juga serbuk yang diduga semen putih, baterai Panasonic Neo 9 Voll bentuk kotak dan tas berwarna hitam. Kini hal tersebut sudah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Kasus ini juga dapat tanggapan dari sejumlah pengamat. Salah satunya dari Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz yang menilai teror bom molotov yang menyerang rumah pimpinan KPK Agus dan Laode adalah bukti bahwa lembaga anti rasuah itu bekerja. "Kalau enggak kerja enggak ada teror. Kenapa orang meneror? teror kan dalam kondisi ada yang terancam, ada yang, terganggu ada yang terusik," Donal kepada wartawan di Kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (9/1). Donal berpendapat serangkaian teror yang menghampiri pimpinan KPK maupun penyidik akan terus terjadi jika polisi tak berhasil mengungkap pelaku teror. Januari 2008 ada teror bom di gedung KPK sehingga seluruh pegawai KPK itu turun pada waktu itu untuk menyelamatkan diri. Selang setahun bulan Juli 2009 juga kembali ada teror orang menelepon KPK dan menyebut ada bom yang sudah diletakkan di gedung KPK, sehingga teror teror bom kepada KPK ini sebenarnya bukan kejadian yang pertama dan sudah berulang. "Dan itu akan terus berulang teror kepada KPK sepanjang pelaku pelaku teror ini tidak terungkap secara hukum," ungkap seorang aktivis anti-korupsi Indonesia ini. Mengenai spekulasi penyebab adanya teror itu, Donal menyebut ada spekulasi politik maupun spekulasi dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK. Hal senada juga dikatakan oleh pengamat terorisme Ridlwan Habib yang mengatakan, peristiwa ini masuk dalam kategori terror. “Namun semuanya harus menunggu penyelidikan dari Polri,” ujarnya di Jakarta. Akibat kejadian ini, Densus 88 diturunkan untuk mengusut kasus teror bom. Berikut ini fakta-fakta yang dirangkum Tribun Jabar tentang teror bom terhadap pimpinan KPK.
- Tak Ada Bahan Peledak di Rumah Agus Rahadrjo
- Ada Bekas Ledakan di Rumah Wakil Ketua KPK
- Posisi Pimpinan KPK Saat Kejadian
- Polisi Libatkan Densus 88
- Polisi Lakukan Olah TKP





























