Keterbatasan Fisik Tak Halangi Zaenal Jadi Aktivis Mahasiswa

Samarinda, Obsessionnews.com – Banyak penyandang disabilitas yang berprestasi di berbagai bidang. Mereka berusaha keras berkompetisi dengan orang-orang yang normal fisiknya untuk meraih prestasi di sejumlah sektor. Salah seorang penyandang disabilitas itu adalah Zaenal Mustofa. Meski memiliki keterbatasan fisik Zaenal tidak rendah diri. Ia menganggap keterbatasan fisiknya tersebut bukan halangan untuk melakukan berbagai aktivitas. Dia tetap bersemangat menjadi aktivis mahasiswa intra kampus. Bahkan memimpin organisasi bergengsi, kumpulan para hafidzul Alquran. Saat ini Zainal tercatat sebagai Ketua Umum Jam’iyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) IAIN Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), periode 2017-2018. Ukuran tubuhnya tidak sebesar kawan kuliah lainnya. Namun, semangat belajarnya boleh diadu. Namanya kini bahkan tidak asing lagi di kalangan mahasiswa kampus yang berada di wilayah Kaltim ini. Lahir di Temanggung 21 tahun lalu, Zaenal tumbuh dari keluarga sederhana yang taat beragama. Ditemui di kampusnya, Zaenal mengaku baru menyelesaikan hafalan Alqurannya 1-2 juz dan kini bersama teman-temannya di UKM JQH, sedang melakukan program melahirkan para tahfidzul quran. “Menghafal Alquran adalah pilihannya dan menjadi impian bagi banyak orang, karenanya dinilai sangat mulia di sisi Allah”, kata Zaenal seperti dikutip obsessionnews.com dari situs resmi Kementerian Agama, Selasa (18/12/2018). JQH merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bawah Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Samarinda. Saat ini mempunyai anggota lebih dari 1000 orang dan mempunyai 5 Divisi Program Strategis, yaitu Hafidz Qur'an, Tilawah Qur'an, Tafsirul Al-Qur'an, Tahsinul Qur'an dan Kaligrafi. “Alhamdulillah berkat kerja keras segenap pengurus JQH, untuk Penerimaan Anggota Baru (Petaba) tahun akademik 2018 berhasil merekrut 600 orang anggota,” tutur Zaenal. Berjibun prestasi telah ditorehkan oleh UKM yang dipimpinnya. Zaenal dan timnya antara lain meraih Juara Umum pada MTQ II se-Kaltim dan Festival di Universitas Mulawarman 2018. Tim UKM JQH IAIN Samarinda juga berhasil meraih Juara I Tilawah Putra dan Putri dan Juara I Dakwah serta Juara II cabang fahmil quran. Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan di bidang pengembangan Alquran, Zaenal mengajak 55 anggotanya untuk studi banding ke LPPQ UIN Antasari Banjarmasin. “Saya bangga telah mengajak kawan-kawan saya untuk menimba pengalaman di UIN Banjarmasin,” kenang pria yang bercita-cita ingin jadi presiden ini. Bagi alumni Pondok Pesantre Nurul Islam Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, ini JQH bukan hanya tempat berkumpul para penghafal Alquran, tetapi juga diharapkan dapat mengimplementasikan ilmunya ke tengah-tengah masyarakat. “Pada setiap bulan Ramadhan aktivis UKM JQH kami ajak melakukan program bakti sosial keagamaan di sekitar Samarinda, khususnya di daerah pelosok,” tandasnya. Di antara kegiatan bakti sosial keagamaan yang dilakoninya adalah kultum sebelum teraweh, tadarus Alquran, menjadi imam salat lima waktu, mengisi taklim menjelang berbuka puasa dan mengadakan pesantren kilat di sekolah terdekat. Selain itu ada pelbagai perlombaan Islami dan problem solving untuk masyarakat. Pada tahun yang akan datang UKM JQH menargetkan sekitar 15 masjid untuk menjadi objek pengabdian. “Kaum muda seperti kita ini harus dikenalkan masjid sebagai pusat pendidikan dan peradaban Islam,” tegas Zaenal. Ditanya cita-citanya, Zaenal menjawab ingin menjadi pemimpin yang multi talenta. “Mau jadi gubernur, kemudian lanjut menjadi Presiden,” katanya sambil terkekeh. Divisi tahsin quran di semester satu ini telah mempunyai 15 kader yang siap di-upgrade untuk menjadi instruktur/guru dan terjun ke masyarakat. Sementara Divisi Tahfidz telah memiliki banyak mahasiswa baru yang telah mengahapal 2-3 juz. Untuk mengakhiri periode kepengurusannya, Zaenal telah merencanakan Reuni Akbar JQH dari periode 2008-2017 dengan target peserta 1000 orang. “Program ini akan menambah semangat dan motivasi warga JQH, apalagi bertemu dengan lintas generasi,” katanya. Selanjutnya akan ditutup dengan Musyawarah Besar untuk memilih pemimpin JQH yang baru untuk satu periode mendatang. (red/arh)





























