BTN Ajak Milenial Ambil Peran di Sektor KPR

BTN Ajak Milenial Ambil Peran di Sektor KPR
Jakarta, Obsessionnews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) menggelar talkshow yang bertajuk Spirit of KPR-Growing with Millenials di Jakarta, Senin (10/12/2018). Dalam acara tersebut, BTN mengajak para milenial untuk mengambil peran lebih di sektor KPR. Dari keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Selasa (11/12), Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, pertumbuhan ekonomi khususnya sektor properti tidak lepas dari peran para milenial. “Milenial bukan hanya menjadi objek tapi juga subjek yang akan menjadi pendorong utama sektor properti,” kata Maryono. Dia menjelaskan, dengan proyeksi partumbuhan jumlah penduduk berusia produktif khususnya generasi milenial, Bank BTN berupaya mengoptimalkan peran mereka di sektor properti baik dari sisi supply maupun demand. Kalau dari sisi demand, Bank BTN sudah meluncurkan program KPR Gaeesss pada triwulan III lalu, dengan fitur yang sesuai dengan kemampuan finansial milenial. “Sementara dari sisi supply kami mengajak milenial menjadi entrepreneur di bidang properti lewat pelatihan atau workshop yang disiapkan Housing Finance Center (HFC) dari BTN,” kata Maryono. Menurut dia, pengembangan bisnis properti 2019 tidak akan lepas dari peran milenial baik dari sisi supply dan demand properti sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan “selera” milenials. Salah satu acuan memotret selera milenial antara lain dengan riset. Berdasarkan riset dari HFC terhadap 374 responden dari generasi milenial, sebanyak 43 persen menginginnkan rumah satu lantai yang tidak terlalu luas dengan halaman, dan hanya sebesar 29% yang menginginkan rumah satu lantai berukuran cukup luas tanpa halaman. Sementara sisanya menginginkan rumah dua lantai. Sedangkan dari sisi harga properti, sama halnya dengan generasi lain, rumah dengan harga terjangkau menjadi pilihan utama 46,8% responden, sementara pemilihan properti berdasarkan lokasi hanya menjadi sasaran utama bagi sekitar 36,6% responden. “Dari riset tersebut artinya milenial masih membutuhkan rumah tapak untuk mereka jadikan tempat tinggal atau investas dan harganya harus terjangkau,” tutur Maryono. Bank BTN optimistis dengan strategi yang ada akan dapat menggapai demand milenial dari seluruh lapisan masyarakat seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kelas menengah ataupun atas, dan setiap generasi, baik milenial, generasi X, Baby Boomers dan lain sebagainya. “Untuk itu, Bank BTN terus berinovasi mengembangkan produk KPR disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat Indonesia,” ungkapnya. Alhasil, sejak tahun 1976 hingga bulan Oktober 2018, atau kurang lebih 42 tahun, Bank BTN telah merealisasikan kredit untuk membangun hampir 5.000.000 unit rumah impian bagi keluarga Indonesia, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.  Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi telah mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun. “Pada tahun 2019, kami mematok pertumbuhan kredit sekitar 15% dengan mengandalkan KPR sebagai pendorong utama selama Pemerintah memantapkan Program Satu juta rumah,” kata Maryono. Maryono optimistis tahun 2019 Bank BTN dapat menyalurkan pembiayaan KPR BTN sekitar 850.000 unit rumah. Jumlah tersebut naik 100.000 unit dibandingkan target tahun ini yang sebesar 750.000 unit. Selain itu, pertumbuhan properti juga disokong oleh sinergi BUMN dalam pengembangan kawasan Transit Of Development yang makin marak. “Kawasan hunian di wilayah tersebut akan menyerap banyak peminat khususnya milenial dan harus didukung oleh pembiayaan dari perbankan,” pungkasnya. (Poy)