Ini Target Pembiayaan Perumahan BTN di 2019

Jakarta, Obsessionnews.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan komitmennya dalam menggerakkan sektor riil melalui pembiayaan perumahan di Indonesia. Sejak tahun 1976, perseroan berplat merah ini telah membangun sekitar 4,2 juta rumah. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pada tahun ini BTN memiliki target pembiayaan perumahan mencapai 750 ribu rumah, dan itu optimis tercapai. Sehingga pada tahun depan akan ditingkatkan menjadi 850 ribu. "Kebutuhan akan perumahan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. Dan untuk itu peran para pengembang terus dibutuhkan," ujar Maryono dikutip Obsessionnews.com dari keterangan tertulisnya, Jumat (7/12/2018). Baca juga:BTN Siap Ambil Peran Pembiayaan Perumahan Bagi MBR Sejak 1976 Bank BTN Sudah menyalurkan 4,29 Juta KPRStrategi BTN Sambut Tahun Politik 2019BTN Sabet Dua Penghargaan di Ajang ACGA Pemerintah saat ini memiliki Program Satu Juta Rumah guna memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat yang terus bertumbuh. BTN pun berperan sebagai salah satu pendukung dari keseluruhan ekosistem industri perumahan yang membantu dari sisi pembiayaan, dan para pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan. Menurut Maryono, penyediaan perumahan tidak hanya urusan bank sebagai penyedia pembiayaan atau pengembang sebagai supplier. “Tapi itu juga butuh peran pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan iklim usaha yang kondusif dengan perizinan yang ramah," ungkapnya. Selain dalam upaya terus meningkatkan penyaluran KPR, BTN terus mengembangkan potensi pasar yang ada dengan bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial. Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN untuk MBR dalam program satu juta rumah mulai 2015 terus mengalami peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun, dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun. (Poy)





























