BUMN Berpeluang Dapat Investasi 42,2 Miliar Dolar dari Pertemuan IMF

Nusa Dua, Obsessionnews.com - Pemerintah Indonesia memiliki peluang besar untuk mendapatkan keuntungan dalam Pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Nusa Dua Bali. Sebab para tamu undangan yang hadir tertarik untuk berinvestasi dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) senilai 42,2 miliar dolar AS. Proyek pembangunan infrastruktur menjadi salah satu daya tarik sendiri bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian BUMN, peluang investasi untuk sektor konstruksi dan infrastruktur tercatat senilai 16,2 miliar dolar AS dari 30 proyek. Selain itu, ada pula peluang investasi untuk sektor manufaktur sebesar 600 juta dolar AS. Peluang investasi itu berasal dari 80 proyek yang sedang dikembangkan di Tanah Air dengan anggaran total biaya proyek dari berbagai sektor itu tercatat mencapai US$86,1 miliar. Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro mengatakan, bahwa ada lima fokus area pengembangan infrastruktur yakni sektor elektrifikasi, konektivitas jalan, konektivitas laut, konektivitas bandara, dan konektivitas digital broadband. “Kami akan memastikan konsistensi pelaksanaan dari proyek-proyek infrastruktur dasar seperti jalan tol, pelabuhan laut, bandara, dan telekomunikasi. Kami terus mendorong perbaikan infrastruktur,” ujarnya, Jumat (12/10/2018). BUMN merencanakan untuk sektor listrik, rasio elektrifikasi ditargetkan bisa mencapai 99,9 persen pada akhir 2019. Adapun, terkait konektivitas jalan ada rencana untuk memperpanjang jalan tol mencapai 1.794 kilometer pada 2019. Begitupun dengan konektivitas laut yang diharapkan ada peningkatan kapasitas kargo 34,8 juta teus pada akhir 2019. Sementara itu, konektivitas bandara diharapkan mencapai target 235 juta penumpang pada akhir 2019. Untuk memastikan hal itu dapat berjalan lancar, BUMN terus didorong agar berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya dengan mencari sumber pendanaan dari pasar keuangan dengan berbagai inovasi instrumen pembiayaan hingga membangun kemitraan dengan sektor swasta lainnya. “Melalui kemitraan strategis antara BUMN dengan swasta, diharapkan bisa terjadi sharing keahlian untuk pembangunan infrastruktur dengan kualitas sesuai standar global,” tutup dia. (Albar)





























