Jokowi Jelaskan Kondisi Rupiah yang Mendekati Rp 15.000

Jokowi Jelaskan Kondisi Rupiah yang Mendekati Rp 15.000
Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal melemahnya rupiah atas dolar yang sudah mendekati angka Rp 15.000. Menurut Jokowi, hal tersebut terjadi karena adanya faktor luar, ini kata dia, terlihat dari fakta melemahnya mata uang negara lain terhadap kurs negara Paman Sam tersebut. "Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, baik yang berkaitan dengan perang dagang AS dan China, baik yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina," kata Jokowi saat ditemui di Pelabuhan Tj Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/4/208). Pemerintah kata Jokowi juga tidak tinggal diam. Bersama otoritas terkait akan terus mewaspadai kondisi ini, sehingga rupiah bisa bertahan dari gempuran dolar AS. Kondisi ekonomi dalam negeri pun akan terus dijaga agar menguatnya dolar tak banyak berpengaruh ke kondisi di masyarakat. "Saya terus melakukan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, pelaku-pelaku usaha. Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya," ujar Jokowi. Adapun fokus saat ini kata Jokowi adalah mengurangi defisit transaksi berjalan dengan menggenjot ekspor dan mengurangi impor. Investasi juga harus terus ditingkatkan agar pondasi ekonomi dalam negeri bisa terus diperkuat. "Kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya. Target saya sudah saya berikan agar dalam satu tahun betul-betul ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan," kata Jokowi. Seperti diketahui, dolar AS semakin mendekati level Rp 15.000. Mengutip Reuters pagi ini, dolar AS berada di level Rp 14.925. (Albar)