Suciwati Ingatkan Pollycarpus Punya Anak Keturunan

Jakarta, Obsessionnews.com - Terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto, hari ini Rabu (29/8/2019) dinyatakan bebas murni. Meski bebas, kasus Munir masih menyimpan banyak misteri, karena otak pembunuh Munir sampai saat ini belum juga terungkap. Istri almarhum Munir, Suciwati, sudah berulang kali meminta kepada Pollycarpus untuk bersikap jujur mengungkap persekongkolan jahat atas kematian Munir. Namun sampai detik ini ia tidak pernah melihat kejujuran di dalam diri Pollycarpus. "Saya hanya mau bilang, seharusnya dia belajar bicara jujur siapa pelaku sebetulnya pembunuh suami saya dan siapa yang menyuruh dia," ujarnya. Meski telah menikmati kebebasan bersyarat sejak November 2014, Pollycarpus banyak menutup mulut ihwal kasus yang membelitnya. Sebaliknya bekas pilot Garuda Indonesia itu memanfaatkan kebebasan barunya itu untuk merapat ke partai politik, antara lain kepada Tommy Soeharto melalui Partai Berkarya. Tidak heran jika Suciwati kehabisan harapan. "Sejak awal saya tidak pernah melihat dia mempunyai niat baik. Saya melihat banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di pengadilan atau kebohongan yang dia berikan kepada kepolisian Saya pikir saya tidak ingin dengar apapun dari dia," kata Suciwati. Baca juga:Demokrat: Kalau Tak Puas Silakan Bikin TPF Baru Kasus MunirDemokrat Tidak Terima SBY Diperiksa Jaksa Agung Soal Munir Pollycarpus dipidana bersalah dan divonis penjara selama 14 tahun lantaran terbukti meracuni korban dengan Arsenik. Munir yang saat itu dalam perjalanan ke Belanda untuk melanjutkan studi, dinyatakan meninggal dunia hanya dua jam sebelum tiba di bandar udara Schiphol, Amsterdam. Namun sejak awal proses persidangan Pollycarpus sudah diwarnai kejanggalan. Salah satu misteri terbesar yang mengitari kasus kematian Munir adalah raibnya hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dokumen yang antara lain berisikan nama-nama orang yang ikut terlibat itu dinyatakan hilang pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, SBY melalui mantan Menteri Sekretariat Negara Sudi Silalahi mengatakan pihaknya telah menyerahkan dokumen tersebut. Demikian juga kesaksian Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Prabowo, menyebut dokumen TPF telah diterima di Istana Negara pada 26 Oktober 2016 melalui kurir. Kini sejumlah organisasi HAM menggalang dukungan menempuh jalur hukum untuk memaksa pemerintah mempublikasikan hasil temuan TPF. Meski tak yakin akan mendapat kebenaran dari Pollycarpus, Suciwati tetap mengingatkan bekas pilot Garuda Indonesia itu terhadap konsekuensi tindakannya tersebut. Dengan kejahatan yang dilakukan Pollycarpus, Suciwati mengingatkan bahwa dirinya punya anak dan keturunan, karena kejahatan akan terus melahirkan kejahatan. "Sebuah kejahatan akan menuai kejahatan lain. Saya pikir ini penting diingat Pollycarpus, karena dia punya anak dan keturunan yang suatu saat akan membuat dia berpikir ulang apakah dia orang yang baik atau tidak." (Albar) Baca juga:Hanura Yakin Otak Pembunuh Munir Masih AdaIni Jika Jokowi Serius Ungkap Kasus MunirKetua MPR: Kasus Munir Jangan DipolitisasiSiang Ini, SBY Jelaskan Soal TPF Munir di CikeasDemokrat: Rabu, SBY akan Nyatakan Sikap Soal Munir





























