Dinilai Efektif, P3JH Dipertahankan Tahun Depan

Makkah, Obsessionnews.com - Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) dan merupakan salah satu inovasi penyelenggaraan haji tahun ini dinilai cukup efektif. Hal itu lantaran perpaduan P3JH dan Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan dapat bekerja sama terutama saat masa krusial di rute Jamarat-Mina. Oleh karena itu Kemenag berencana akan mempertahankan P3JH saat musim haji tahun depan. “Tim P3JH akan kita pertahankan pada penyelenggaraan haji tahun depan,” tandas Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir, Sabtu (25/08) malam di kawasan Syisyah, Makkah, seperti dikutip Obsessionnews.com dari situs Kemenag. Karena, menurutnya, P3JH dan TGC dapat bersatu padu terutama saat hari pertama lontar jumrah aqabah.
Baca juga:PPIH Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Haji Sakit Pulang Lebih AwalGelombang Pertama 6.026 Jemaah Haji Akan Kembali ke Tanah AirTurunkan Paksa Jemaah Haji Indonesia di Jalan, Naqabah Diprotes! Khoirizi menjelaskan, tim P3JH dibentuk bukan untuk menyaingi keberadaan TGC. “P3JH dibentuk untuk melengkapi petugas kesehatan, karena kita menyadari bahwa hari pertama lontar jumrah dan jalur Jamarat-Mina adalah waktu dan tempat krusial,” urainya. Apa yang disampaikan Khoirizi memang benar adanya. Pantauan tim Media Center Haji (MCH) saat lontar jumrah hari pertama, Selasa (21/8) misalnya, paling tidak 200 jemaah kelelahan dan dirawat di Posko Kesehatan Haji Indonesia di Mina. Jalur yang membentang sepanjang dua hingga empat kilometer antara Jamarat dan Mina juga cukup berat terutama bagi jemaah usia lanjut. “Kita melihat sendiri P3JH, TGC dan petugas perlindungan jemaah serta dibantu unsur lain pontang-panting membopong dan menggendong jemaah kelelahan,” sambung Khoirizi. “Kedepan kalau memungkinkan dan ada alokasi anggaran akan kita tambah personil P3JH,” ujar Khoirizi. Direncanakan rekrutmen tahun depan dilaksanakan dengan mekanisme penetapan dan seleksi. “Penetapan dengan sejumlah syarat agar kita dapat menagih komitmen secara maksimal dan seleksi untuk menghasilkan petugas berkualitas,” tegasnya. P3JH adalah para petugas pelayanan umum, namun memiliki kemampuan medis. Terdiri dari 22 petugas yang berasal dari Rumah Sakit Haji, Universitas Islam Negeri yang memiliki prodi kedokteran, serta rumah sakit TNI/Polri. Untuk tahun ini, anggota P3JH ditetapkan langsung oleh Kemenag berdasarkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. (red/arh)





























