Haedar Kritik Ormas yang Ikut Politik Praktis

Haedar Kritik Ormas yang Ikut Politik Praktis
Malang, Obsessionnews.com - Tanpa menyebut nama, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Natsir mengkritik organisasi masyarakat (Ormas) yang keluar dari peranannya dengan ikut dalam politik praktis menjelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019. Ia menegaskan bahwa organisasi yang ia pimpin tidak akan memasuki arena politik praktis. Muhammadiyah tetap pada garis kemasyarakatan, menghindari politik praktis perebutan kekuasaan, karena ranah itu menjadi bagian partai politik. Tugas Muhammadiyah adalah menjalankan politik moral kebangsaan. Jika ormas terlibat dalam politik praktis maka maka akan menambah kacau negara. "Sebenarnya semua ormas itu posisinya harus di situ. Sebab, kalau ormas itu berpolitik kayak parpol, nanti lalu lintas dunia persilatan politik itu bisa kacau-balau. Jadi biarkan parpol yang urusan politik praktisnya, kita menjalankan politik moral kebangsaan," katanya di Malang, Jawa Timur, pada Senin, (13/8/2018). Haedar mengingatkan warga Muhammadiyah agar memilih pemimpin yang mengedepankan akhlak baik, berwawasan luas dan kritis. Juga memilih pemimpin yang tidak menghalang-halangi amal usaha dan dakwah Muhammadiyah. Di tahun politik seperti sekarang, katanya, semua masyarakat bebas berbeda dalam pandangan politik. Namun tidak perlu pengakuan yang berlebihan, baik dari unsur agama, etnik, dan argumen-argumen yang justru memperkeruh keadaan. Masyarakat seyogianya berpartisipasi dalam politik sewajarnya saja. Tidak berlebihan. Kalau pun memang berbeda pandangan politik, hendaknya perbedaan itu tidak diperkeras dengan sentimen-sentiman SARA atau ujaran kebencian. Sebab itu akan memicu perpecahan bangsa dan negara. Satu hal yang penting juga, menurut Haedar, semua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ialah kandidat yang berkompetisi dalam dunia politik. Karena itulah semua harus dianggap sebagai persaingan duniawi. "Jangan beranggapan paslon ini menjadi pembawa misi langit dan lain sebagainya, sementara yang lain dianggap sebagai misi yang lain. Bagi kami, bahwa kami percaya semua calon itu punya iktikad baik dan warga bangsa harus beriktikad baik," ujar Haedar. (Albar)