Ma’ruf Amin Penjaga Umat Islam di Tanah Air

Ma’ruf Amin Penjaga Umat Islam di Tanah Air
Jakarta, Obsessionnews.com - Posisi KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak ubahnya penjaga umat Islam di tanah air. Bahkan lebih dari itu lelaki yang akrab disapa Kiai Ma’ruf ini merupakan sosok penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dialah yang tampil sebagai sosok pemersatu umat Islam ketika dihadapkan pada situasi terkotak-kotak.   Baca juga: Ma’ruf Amin Tokoh Agama yang Bijaksana   Seperti sebuah mata uang umat Islam dan NKRI adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas negeri ini (85 persen dari total penduduk Indonesia), secara otomatis menjadi komunitas terbesar yang bertanggung jawab atas keutuhan NKRI. Oleh karenanya, menjaga persatuan umat Islam menjadi kunci terpeliharanya kesatuan NKRI. Ketika umat Islam dihadapkan pada situasi terkotak-kotak, misalnya, Kiai Ma’ruf harus tampil sebagai sosok yang menyatukan. Dalam konteks ini, sabda Rasulullah Saw. bahwa mukmin yang satu dengan yang lainnya adalah saudara, mesti benar-benar dikawalnya agar tercipta ukhuwah Islamiyah.   Baca juga: Disetujui Koalisi Parpol, Jokowi Pilih Ma’ruf Amin   Kendati demikian Ma’ruf juga tegas melempar kritik kepada suatu kelompok yang menamakan dirinya sebagai Muslim, tetapi berulah tak sepantasnya laiknya seorang Muslim lakukan. Seperti kritik yang ia layangkan kepada kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Kelompok yang dinilainya membuat rusak Islam karena menebarkan berita-berita tak benar (hoak), sehingga mengancam keutuhan NKRI. “Jangan juga menggunakan nama Muslim dan yang penting jangan melakukan hoak itu, supaya negara ini aman. Negara ini harus kita jaga, kawal, supaya keutuhan bangsa tetap terjaga,” kata  Ma’ruf dalam sebuah wawancara di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Februari 2018. Jadi Cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya pada Pemilu 2019. Keputusan memilih Ma’ruf disampaikan Jokowi dalam jumpa pers bersama para ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pendukung di Restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) petang.   Baca juga: Mahfud Terpental, Jokowi Tunjuk Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres   "Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi. Jokowi mengungkapkan alasannya menggandeng Ma’ruf. Menuutnya, Ma’ruf adalah tokoh agama yang bijaksana. Jokowi kemudian menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf. Ma'ruf pernah menjadi anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulams (PB NU) hingga sekarang menjabat Ketua Umum MUI. Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. "Kami ini saling melengkapi, nasionalis religius," ujar Jokowi. Dalam pertemuan tersebut hadir seluruh pimpinan parpol pendukung, yakni: 1. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto 2. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Paulus 3. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Johnny G. Platte 4. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Abdul Kadir Karding 5. Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dan Sekjen Asrul Sani 6. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Sekjen Herry Lontung 7. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie dan Sekjen Raja Juli Antoni 8. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq 9. Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Sekjen Verry Surya Hendrawan. Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. (arh)