PKB Semakin Kukuhkan Bali Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya

Denpasar, Obsessionnews.com– Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa senang dengan digelarnya Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di Denpasar, Bali. Sebab, sejak hari pertama, Sabtu (23/6/2018), sambutan masyarakat pada acara ini sangat antusias. Selama acara berlangsung, hashtag Pesta Kesenian Bali menjadi trending topic di Twitter. "Ini menunjukkan konten dan komunikasi PKB bagus," kata Arief seperti dikutip Obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian Pariwisata, Minggu (24/6). [caption id="attachment_250509" align="alignright" width="317"]
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Kementerian Pariwisata/Faceebook)[/caption] Ia mengakui bahwa tidak ada festival yang sebaik PKB. Hal ini juga semakin mengukuhkan Bali sebagai destinasi wisata berbasis budaya. "Terus terang tidak ada yang ngalahin PKB ini dalam hal karnavalnya maupun pentas seninya. Itu harus kita akui. Jadi semakin melestarikan budaya itu akan semakin baik untuk kita," tandasnya. Hari pertama PKB ke-40 dihebohkan pertunjukan sendratari drama teater musikal. Even ini dihadirkan pada malam hari. Menceritakan Ghunirta Murti “Krisna Dwipayana”, pertunjukan sarat budaya ini diperankan oleh mahasiswa ISI Denpasar. Ribuan penonton mengisi penuh tribun pertunjukan. Hadir dalam pertunjukan ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pastika menjelaskan, sendratari ini menampilkan oratorium. Yaitu kesenian yang memadukan tarian, musik dan narasi. “Oratorium ini, memudahkan penonton yang tidak mengerti bahasa Jawa Kuno (Kawi). Setiap tahun kami terus berinovasi,” kata Pastika, Sabtu. Menurutnya, tujuan even ini adalah untuk melestarikan budaya Bali klasik dan mengembangkan budaya modern. Salah satu budaya klasik yang ditampilkan adalah sendratari. "Tarian itu merupakan salah satu fragmen dari epos Mahabharata. Budaya ini harus terus dilestarikan agar generasi penerus tetap mengetahuinya," ujarnya. Pastika tidak asal berbicara. Kenyataannya, dari ribuan penonton yang datang, ternyata didominasi anak-anak muda. Mereka tampak bereaksi saat terjadi adegan-adegan bagus. Drama kolosal ini menceritakan tentang sebuah kerajaan yang amat makmur. Bernama Wirata. Kerajaan ini dipimpin seorang Raja bergelar Maha Raja Basuparicara. Di kala masa kejayaan Basuparicara, seorang prajurit datang secara tiba-tiba dengan membawa sepasang bayi laki-laki dan perempuan. Konon, bayi tersebut merupakan anak Dewi Andrika, bidadari kahyangan yang dikutuk menjadi seekor ikan. Karena telah menjelma kembali menjadi bidadari, Dewi Andrika menitipkan sepasang anaknya kepada Basuparicara. Namun, Sang Raja Basuparicara hanya mau merawat bayi laki-laki dari Dewi Andika, karena bayi perempuan yang dibawa prajurit tersebut mengeluarkan bau busuk dari sekujur tubuhnya. Akhirnya Basuparicara mengutus maha patih untuk membawa bayi perempuan tersebut ke wilayah Sungai Yamuna. Bayi ini kemudian dititipkan kepada seorang nelayan bernama Dasabala. Singkat cerita, bayi perempuan itu tumbuh besar dan diberi nama Setyawati, karena bau busuk yang keluar dari badannya itu. Masyarakat di wilayah Sungai Yamuna mengenalnya dengan nama Dhurgandhini. Kesedihan hati Dhurgandhini membuat Sang Petapa bernama Parasara merasa iba. Akhirnya dengan kekuatan yang diperoleh dari Hyang Maha Kuasa, sang Parasara akhirnya menyembuhkan Dhurgandini. Caranya menggunakan kesucian air Sungai Yamuna yang telah dimantrai olehnya. Dhurgandhini yang berubah menjadi wanita cantik, membuat Parasara jatuh cinta. Di sanalah percintaan Dhurgandhini dan Parasara terjadi. Hingga akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki bertubuh gelap yang diberi nama Abiyasa. Bayi ini kerap dikenal dengan nama Krisna Dwipayana. (arh) Baca Juga:Jalan Tol Gempol-Pasuruan Untungkan Sektor PariwisataNTT Akan Kembali Gelar Parade 1.001 Kuda SandelwoodDestinasi Wisata NTT Favorit bagi WismanWaroeng Kemarang yang Keren Dukung Pariwisata BanyuwangiRidwan Hisjam Optimis Sektor Pariwisata Indonesia Terus MeningkatHasanah Halal Travel Fair, Upaya BNI Syariah Populerkan Pariwisata IndonesiaRidwan Hisjam: Pariwisata Malang Berani Bersaing dengan Negara LuarBest Achiever In Ministry Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI)Jelajahi Keindahan Destinasi Wisata Cilegon Saat Libur LebaranTiap Hari Sekitar 100 Ribu Wisatawan Kunjungi Makam Sunan AmpelWisata Bahari Targetkan 4 Juta Wisatawan5 Tempat Wisata di Hongkong Wajib Diserbu untuk Musim Panas yang Ceria
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Kementerian Pariwisata/Faceebook)[/caption] Ia mengakui bahwa tidak ada festival yang sebaik PKB. Hal ini juga semakin mengukuhkan Bali sebagai destinasi wisata berbasis budaya. "Terus terang tidak ada yang ngalahin PKB ini dalam hal karnavalnya maupun pentas seninya. Itu harus kita akui. Jadi semakin melestarikan budaya itu akan semakin baik untuk kita," tandasnya. Hari pertama PKB ke-40 dihebohkan pertunjukan sendratari drama teater musikal. Even ini dihadirkan pada malam hari. Menceritakan Ghunirta Murti “Krisna Dwipayana”, pertunjukan sarat budaya ini diperankan oleh mahasiswa ISI Denpasar. Ribuan penonton mengisi penuh tribun pertunjukan. Hadir dalam pertunjukan ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pastika menjelaskan, sendratari ini menampilkan oratorium. Yaitu kesenian yang memadukan tarian, musik dan narasi. “Oratorium ini, memudahkan penonton yang tidak mengerti bahasa Jawa Kuno (Kawi). Setiap tahun kami terus berinovasi,” kata Pastika, Sabtu. Menurutnya, tujuan even ini adalah untuk melestarikan budaya Bali klasik dan mengembangkan budaya modern. Salah satu budaya klasik yang ditampilkan adalah sendratari. "Tarian itu merupakan salah satu fragmen dari epos Mahabharata. Budaya ini harus terus dilestarikan agar generasi penerus tetap mengetahuinya," ujarnya. Pastika tidak asal berbicara. Kenyataannya, dari ribuan penonton yang datang, ternyata didominasi anak-anak muda. Mereka tampak bereaksi saat terjadi adegan-adegan bagus. Drama kolosal ini menceritakan tentang sebuah kerajaan yang amat makmur. Bernama Wirata. Kerajaan ini dipimpin seorang Raja bergelar Maha Raja Basuparicara. Di kala masa kejayaan Basuparicara, seorang prajurit datang secara tiba-tiba dengan membawa sepasang bayi laki-laki dan perempuan. Konon, bayi tersebut merupakan anak Dewi Andrika, bidadari kahyangan yang dikutuk menjadi seekor ikan. Karena telah menjelma kembali menjadi bidadari, Dewi Andrika menitipkan sepasang anaknya kepada Basuparicara. Namun, Sang Raja Basuparicara hanya mau merawat bayi laki-laki dari Dewi Andika, karena bayi perempuan yang dibawa prajurit tersebut mengeluarkan bau busuk dari sekujur tubuhnya. Akhirnya Basuparicara mengutus maha patih untuk membawa bayi perempuan tersebut ke wilayah Sungai Yamuna. Bayi ini kemudian dititipkan kepada seorang nelayan bernama Dasabala. Singkat cerita, bayi perempuan itu tumbuh besar dan diberi nama Setyawati, karena bau busuk yang keluar dari badannya itu. Masyarakat di wilayah Sungai Yamuna mengenalnya dengan nama Dhurgandhini. Kesedihan hati Dhurgandhini membuat Sang Petapa bernama Parasara merasa iba. Akhirnya dengan kekuatan yang diperoleh dari Hyang Maha Kuasa, sang Parasara akhirnya menyembuhkan Dhurgandini. Caranya menggunakan kesucian air Sungai Yamuna yang telah dimantrai olehnya. Dhurgandhini yang berubah menjadi wanita cantik, membuat Parasara jatuh cinta. Di sanalah percintaan Dhurgandhini dan Parasara terjadi. Hingga akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki bertubuh gelap yang diberi nama Abiyasa. Bayi ini kerap dikenal dengan nama Krisna Dwipayana. (arh) Baca Juga:Jalan Tol Gempol-Pasuruan Untungkan Sektor PariwisataNTT Akan Kembali Gelar Parade 1.001 Kuda SandelwoodDestinasi Wisata NTT Favorit bagi WismanWaroeng Kemarang yang Keren Dukung Pariwisata BanyuwangiRidwan Hisjam Optimis Sektor Pariwisata Indonesia Terus MeningkatHasanah Halal Travel Fair, Upaya BNI Syariah Populerkan Pariwisata IndonesiaRidwan Hisjam: Pariwisata Malang Berani Bersaing dengan Negara LuarBest Achiever In Ministry Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI)Jelajahi Keindahan Destinasi Wisata Cilegon Saat Libur LebaranTiap Hari Sekitar 100 Ribu Wisatawan Kunjungi Makam Sunan AmpelWisata Bahari Targetkan 4 Juta Wisatawan5 Tempat Wisata di Hongkong Wajib Diserbu untuk Musim Panas yang Ceria




























