Net1 Indonesia Gandeng Sejumlah Pemda Kembangkan Pariwisata

Net1 Indonesia Gandeng Sejumlah Pemda Kembangkan Pariwisata
Jakarta, Obsessionnews.com - Berkembangnya beragam destinasi wisata di Indonesia telah mendorong pertumbuhan investasi di sektor pariwisata. Menurut data Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di sektor pariwisata pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan hingga 31 persen atau senilai USD1,7 miliar dan ditargetkan mencapai USD2 miliar pada akhir tahun ini. Sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15 persen, Rp280 triliun untuk devisa negara, 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 275 juta perjalanan wisatawan nusantara dan menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi investasi tumbuh pesat pada tahun ini selain e-commerce. Pariwisata Indonesia yang merupakan komoditas paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat, setiap tahun mengalami peningkatan performa cukup tinggi jika dibanding komoditas-komoditas unggulan lainnya, seperti minyak, gas, batu bara, serta kelapa sawit. Lebih jauh, sektor pariwisata akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh pelosok negeri. Berdasarkan data World Economic Forum, peringkat daya saing pariwisata Indonesia di dunia terus mengalami loncatan positif, dari ranking 70 pada 2013 menjadi ranking 50 pada 2015. Pada tahun 2017, indeks daya saing pariwisata Indonesia kembali melesat naik 8 peringkat ke urutan 42 dan ditargetkan bisa mencapai ranking 30 pada tahun 2018. Kekayaan sumber daya alam dan aneka budaya di daerah-daerah menjadi faktor pendorong untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bahkan pemerintah daerah (pemda) memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan destinasi wisata di daerahnya masing-masing dengan target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 17 juta dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019.   Baca Juga: Net1 Indonesia Ada di 10 Destinasi Wisata di Tanah Air   Penyedia layanan mobile data broadband 4G Long-Term Evolution (LTE), Net1 Indonesia,  mendukung program pariwisata, terutama dalam hal penyediaan akses data broadband 4G LTE. Hal itu tercermin Net1 Indonesia menggandeng sejumlah pemda mulai dari tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi di Indonesia, untuk mengembangkan pariwisata. Sejauh ini Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten kepulauan Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama dengan Net1 Indonesia membangun infrastruktur komunikasi berbasis 4G LTE, termasuk di destinasi-destinasi wisata. Karakteristik frekuensi rendah 450 MHz yang dapat melakukan cakupan lebih jauh dibanding band yang lebih tinggi, memberi keuntungan bagi Net1 dan Pemerintah Daerah dalam hal investasi ketika membangun infrastruktur telekomunikasi berupa Base Transceiver Station (BTS). Satu BTS Net1 Indonesia memiliki jangkauan maksimal hingga 100 kilometer. Keuntungan lain dari teknologi 4G LTE 450 MHz adalah potensinya untuk mendukung peluncuran layanan komunikasi machine-to-machine (M2M) di lingkungan pedesaan, seperti pengawasan video, telemetri, dan pelacakan. Net1 Indonesia memberikan akses internet yang memadai untuk masyarakat yang sedang mudik lebaran sembari liburan di 10 destinasi wisata menarik yang ada di tanah air. Kesepuluh destinasi wisata yang terjangkau jaringan Net1 Indonesia tersebut adalah Pulau Samosir, Danau Laut Tawar Takengon, Tiu Kelep Waterfall Lombok, Pantai Tanjung Kelayang Belitung, Situ Cileunca Pangalengan, Tanjung Bira Bulukumba, Bukittinggi (Sumatera Barat), Gili Trawangan (Lombok), Pulau Karimun Jawa, dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat). "Pelancong, terutama generasi millennials, selalu tak bisa lepas dari smartphone dan koneksi data 4G saat mudik ataupun berlibur. Mereka biasanya membagikan foto-foto makanan atau lokasi wisata yang menarik melalui media sosial. Tren ini secara tidak langsung menuntut Net1 untuk bisa memperluas jangkauannya di destinasi-destinasi wisata di tanah air," tutur Chief Executive Officer Net1 Indonesia, Larry Ridwan,  dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Minggu (10/6/2018). Net1 juga terus memperluas cakupan area layanan 4G LTE agar semakin banyak lokasi wisata di Indonesia yang dapat terhubung dengan dunia luar dengan cara menggelar aktivitas digital #MauAda4Gdimana, yang melibatkan partisipasi masyarakat mulai dari 7 Mei hingga 7 Juli 2018. Peserta yang tertarik untuk mengikuti aktivitas #MauAda4Gdimana bisa membuka microsite www.mau4g.net1.co.id untuk memilih #MauAda4Gdimana. Selanjutnya peserta memilih lokasi yang dijagokan sebagai penerima jaringan 4G dari Net1 dengan cara memilih VOTE di pilihan yang telah disediakan.  Tentang Net1 Indonesia Net1 Indonesia merupakan nama merek dagang layanan telekomunikasi dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia yang mengandalkan frekuensi 450MHz dengan teknologi 4G LTE (Long Term Evolution). Keunggulan layanan Net1 adalah karakteristik frekuensinya rendah 450 MHz, sehingga  ini sangat cocok diaplikasikan untuk daerah-daerah yang memiliki wilayah yang luas dan kepadatan yang rendah. Sejak Desember 2015, STI bekerjasama dengan ICE Group (sebelumnya bernama AINMT International Holdings BV), perusahaan telekomunikasi internasional yang berbasis di Skandinavia, untuk memperluas dan meningkatkan jaringan nirkabel. Pada bulan September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450MHz secara nasional. Komitmen STI untuk mewujudkan pemerataan akses internet berkualitas sampai ke pelosok melalui layanan Net1 Indonesia telah resmi dan telah menjalani proses Uji Laik Operasi. Dengan karakteristik jangkauan yang luas, STI akan lebih fokus membawa layanan 4G LTE ke daerah perdesaan dan sub urban. Frekuensi 450MHz dinilai sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki populasi penduduk tersebar secara geografis. STI optimis memiliki kemampuan untuk menyediakan akses jaringan LTE-450MHz untuk 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 14.000 pulau. (Arif RH)   Baca Juga:Ridwan Hisjam Optimis Sektor Pariwisata Indonesia Terus MeningkatHasanah Halal Travel Fair, Upaya BNI Syariah Populerkan Pariwisata IndonesiaRidwan Hisjam: Pariwisata Malang Berani Bersaing dengan Negara LuarBest Achiever In Ministry Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI)Jelajahi Keindahan Destinasi Wisata Cilegon Saat Libur LebaranTiap Hari Sekitar 100 Ribu Wisatawan Kunjungi Makam Sunan AmpelWisata Bahari Targetkan 4 Juta Wisatawan5 Tempat Wisata di Hongkong Wajib Diserbu untuk Musim Panas yang Ceria