PBNU Gelar Mudik Bareng 49 Bus Mudik, 3.000 Pemudik

PBNU Gelar Mudik Bareng 49 Bus Mudik, 3.000 Pemudik
Jakarta, Obsessionnews.com- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar mudik bareng, Sabtu (9/6/2018). Sekitar 49 bus dan 3000 pemudik warga Jakarta telah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing. Dilansir laman NU, bahu jalan Kramat Raya terlihat padat, tenda besar hingga meluber ke trotoar. Kegiatan mudik bareng ini telah berlangsung delapan tahun terakhir ini. Dalam tulisan salah satu ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni menjelaskan kata mudik memang cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Khususnya di hari-hari menjelang Idul Fitri. Kata ‘mudik’ bagi seorang Muslim tak sekedar kembali ke kampung halaman. Ia menjadi bagian penting dari macam-macam ibadah yang terdapat di bulan Ramadhan. Mudik bermakna kembali merajut tali persaudaraan. Tidak hanya merajut juga memperkuat dan memelihara tautan hati antar manusia. Kekuatan ‘mudik’ ini sejatinya adalah implementasi atas perintah Allah SWT untuk memelihara silaturahmi dan menghindari bermaksiat kepada Allah SWT dalam bentuk terputusnya tali persaudaraan (QS: Ar-Ra’d: 21). Rasulullah SAW pun mengajarkan urgensi menjaga tali persaudaraan. Seseorang yang mampu memelihara tali persaudaraannya pertanda ia termasuk orang yang mempunyai keimanan. Rasulullah SAW juga mengingatkan terdapat resiko yang sangat dahsyat saat seseorang memutus tali persaudaraan (Fal yatabawwa’ maq’adahu minan nar). Selain terkait dengan silaturahmi, mudik juga mempunyai motif saling berkunjung. Mudik juga terkait dengan motif membangun komunikasi sosial. Saat saling berkunjung dalam suasana Idul Fitri, terjadi komunikasi yang santun penuh keakraban. Silaturahmi, memuliakan tamu dan komunikasi sosial yang baik adalah hal penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mempunyai empati kemanusiaan. Masyarakat yang hidup berlandaskan kebersamaan dan cinta kasih (At-ta’awwun wal mahabbah). Rasulullah SAW sendiri yang mengaitkan urgensi silaturahmi, memuliakan tamu dan komunikasi sosial dengan keimanan seseorang sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Maka mudik adalah ibadah untuk melakukan tiga hal penting tersebut. Ibarat seseorang yang perlu berwudhu sebelum melaksanakan shalat maka mudik pun ibadah yang menjadi pintu masuk menuju ibadah-ibadah selanjutnya. (Popi)