Selamatkan Laut, Susi Undang Pemimpin Dunia ke Bali

Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bakal mengundang seluruh pemimpin dunia serta pecinta dan pemerhati laut untuk ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018. “Saya ingin mengundang seluruh pemimpin, seluruh pencinta laut, seluruh teman-teman yang menyayangi laut untuk datang ke Bali menghadiri Our Ocean Conference pada tanggal 29 – 30 Oktober mendatang,” imbau Susi dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (8/7/2018). Susi menyebutkan, dalam penyelenggaraan OOC akan dilaksanakan diskusi tentang upaya-upaya menjaga laut, melestarikan sumber daya yang ada di dalamnya, dan menjadikannya lahan bisnis yang berkelanjutan. “Kita juga akan menagih komitmen dari semua negara yang sudah menyatakan janji dan juga menjaring komitmen baru dari negara-negara yang ingin bergabung. Demi memastikan laut kita sehat dan akan terus berlanjut bagi anak cucu kita, bagi generasi selanjutnya,” pungkasnya. Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, OOC 2018 ini akan melibatkan berbagai stakeholder kelautan dan perikanan, termasuk para menteri, organisasi internasional, akademisi, hingga tokoh publik. “Kita akan mengumpulkan komitmen dari berbagai sektor untuk menemukan solusi terbaik untuk mewujudkan laut yang lebih sehat,” ungkap Menteri Retno. Salah satu upaya menjaga kesehatan laut adalah dengan memastikan laut bebas dari sampah plastik, karena sampah plastik dapat berdampak buruk bagi ekosistem laut, termasuk terumbu karang. Oleh karena itu, sehubungan dengan peringatan Hari Lingkungan Sedunia (World Environment Day) dan Hari Terumbu Karang Sedunia (Coral Triangle Day) yang diperingati setiap tanggal 5 dan 9 Juni setiap tahunnya dan tentu saja dalam rangka merayakan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day), KKP dan berbagai pihak pendukung mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Hal tersebut dengan dimulainya penandatanganan komitmen dalam mendukung pengurangan sampah plastik di Sanur, Bali pada 7 Oktober 2018 mendatang. Direktorat Jenderal PRL Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyatakan perlu diketahui, segitiga karang atau coral triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 km², dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang yang ada di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur. “Menjaga lingkungan perairan termasuk terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan ikan adalah tugas semua pihak. Adanya sampah plastik dapat mengganggu makhluk hidup di air dan dapat berakibat pada industri pariwisata di laut,” jelasa Brahmantya. Brahmantya berpesan bahwa samudra bebas plastik merupakan komitmen Indonesia membutuhkan kerja sama semua pihak. (Popi) Baca juga:Permintaan Tuna Meningkat, KKP Gelar Dua Acara di BaliKKP Lelang Jasa PCO untuk Our Ocean Conference 2018KKP – Garuda Indonesia Optimalkan Jasa Logistik Perluas Akses Pasar Produk PerikananLLP-KUKM dan Kemenlu Latih UKM InternasionaKemenlu Berhasil Tangani 87.673 Kasus WNI di Luar Negeri





























