KKP Lepas 265 Ribu Benih Ikan

Wajo, Obsessionnews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas benih ikan lokal di perairan Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). Sebanyak 265.000 ekor benih ikan lokal tersebut antara lain ikan tawes, jelawat, dan baung. Kegiatan tersebut bertepatan dengan HUT Kabupaten Wajo yang ke-619 dan dihadiri sejumlah kalangan antara lain anggota Komisi IV DPR RI Nasyid Umar, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Arik Wibowo, dan jajaran Pemda Kabupaten Wajo. "Restocking menjadi agenda rutin KKP dan telah menjadi bagian program prioritas. Kami melihat Danau Tempe ini sebagai aset sumber daya yang harus dipulihkan daya dukungnya, utamanya keseimbangan ekosistem yang saat ini mulai terganggu akibat sedimentasi dan eutriofikasi," kata Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Arik Wibowo dalam keterangan persnya, Kamis (5/4/2018). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wajo Nasfari menggambarkan kondisi Danau Tempe yang mengalami sedimentasi. Menurutnya sedimentasi menyebabkan daya tampung air Danau Tempe menurun drastis. "Penting sekali dilakukan pengerukan Danau Tempe dan bendungan gerak. Dengan dikeruknya danau secara rutin diharapkan dapat menjaga suplai air pada saat terjadi kekeringan. Perlu diketahui, Danau Tempe ini sangat penting untuk mensuplai kebutuhan air bagi masyarakat, dan pengairan untuk pertanian dan perikanan,” ungkapnya. KKP juga memberikan dukungan langsung untuk genjot pemanfaatan potensi tambak di Wajo. Bantuan tersebut yakni 1 unit escavator;410 ribu benih bandeng;dan 1,8 juta benih udang vaname. Anggota komisi IV DPR RI Nasyit Umar mengatakan dukungan tersebut akan sangat bermanfaat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan potensi perikanan budidaya di Wajo. Ia berpesan agar dukungan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya. "Setiap kelompok pembudidaya mulai saat ini harus tercatat di dinas. Ini penting, supaya lebih memudahkan dalam melakukan pendampingan dan pembinaan. Saya juga mengamati, kenapa produktivitas budidaya di tambak hasilnya kurang optimal," kata Nasyid. Penyebabnya antara lain karena infratruktur tambak khususnya saluran irigasi yang tidak tertata dengan baik. Oleh karenanya dengan bantuan escavator ini, nanti masyarakat bisa manfaatkan untuk melakukan rehabilitasi,” ungkap Nasyid. Sebagaimana diketahui KKP terus mendorong program Pengelolaan Irigasi Tambah Partisipatif (PITAP) diberbagai daerah di Indonesia. "Nanti kami akan upayakan program PITAP ini di Wajo dengan lebih terintegrasi,” pungkas Arik. (Popi)





























