Kasus Sukmawati Pernah Terjadi di 1970

Jakarta,Obsessionnews.com - Putri mendiang Presiden Sukarno, yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi karyanya sendiri berjudul Ibu Indonesia dalam acara "29 Tahun Anne Avantie Berkarya" di Indonesia Fashion Week, Kamis (29/3/2018). Isi kalimat dari Puisi tersebut mendapatkan banyak tanggapan keras dari netizen. Berikut isi lengkap puisi Sukmawati Soekarnoputri yang tuai kontroversi: Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat IslamYang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari cadar dirimuGerai tekukan rambutnya suciSesuci kain pembungkus ujudmu Rasa ciptanya sangatlah beranekaMenyatu dengan kodrat alam sekitarJari jemarinya berbau getah hutanPeluh tersentuh angin laut Lihatlah ibu IndonesiaSaat penglihatanmu semakin asingSupaya kau dapat mengingat Kecantikan asli dari bangsamuJika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatifSelamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia Aku tak tahu syariat IslamYang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok Lebih merdu dari alunan azan muGemulai gerak tarinya adalah ibadahSemurni irama puja kepada IllahiNafas doanya berpadu cipta Helai demi helai benang tertenunLelehan demi lelehan damar mengalunCanting menggores ayat ayat alam surgawi Pandanglah Ibu IndonesiaSaat pandanganmu semakin pudarSupaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamuSudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. Ada dua hal yang dipermasalahkan dari puisi Sukmawati. Pertama, saat puisi Sukmawati menyatakan bahwa konde ibu Indonesia lebih cantik dari cadar. ‘Aku tak tahu syariat Islam. Yang ku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah.Lebih cantik dari cadar dirimu’. Bagian kedua adalah saat dia mengatakan bahwa kidung ibu Indonesia lebih merdu dari alunan azan. ‘Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia, sangatlah elok.Lebih merdu dari alunan azanmu’. Berita tentang puisi Sukmawati menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Rabu (4/4/2018) pukul 09.02 WIB berita tersebut dicari lebih dari 1.000.000 kali. Ketika dikonfirmasi bahwa ada yang mempersoalkan puisinya, Sukmawati menjelaskan bahwa yang dia sampaikan di puisi adalah pendapatnya secara jujur. "Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh saja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu suatu opini saya sebagai budayawati," kata Sukmawati. Sehari setelah mengeluarkan pernyataan itu, Sukmawati pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Amron Asyhari. "Ini telah menghina dan melecehkan kami sebagai umat Islam, saya minta agar polisi segera mengusut kasus ini," kata Amron. Tak hanya itu, pengacara bernama Denny Andrian juga melaporkan hal yang sama ke Polda Metro Jaya. Menurut ahli kajian Islam dan gender Lies Marcoes, kasus ini adalah kasus yang terus berulang-ulang sejak zaman Ki Pandji Kusmin pada 1970 silam. Ki Pandji Kusmin adalah nama pena pengarang cerpen Langit Makin Mendung, yang diputuskan oleh pengadilan telah menista agama dan melanggar pasal 156 KUHP. Karena menolak memberitahu siapa sebenarnya Si Pandji Kusmin, Pemimpin Redaksi Majalah Sastra, HB Jassin, diadili sebagai penanggung jawab dan dihukum satu tahun penjara. Kini pasal yang sama digunakan untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri. Dalam tanda bukti lapor yang diperoleh BBC, Sukmawati dilaporkan atas tudukan penistaan agama Islam, dengan pasal 156 A KUHP dan atau pasal 16 UU No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. (Poy)





























