Surat Terbuka kepada Sukmawati

Kepada yg kami hormati Ibu Sukmawati Soekarno Putri, Ibu Sukma, saya sudah nonton puisi Ibu yg berjudul "Ibu Indonesia" di acara Pagelaran Busana 29 th Ane Avantie. Sayang sekali, acara yg bagus dan menampilkan kecantikkan wanita2 Indonesia ini dirusak oleh pembacaan puisi Ibu Sukma yg menyinggung masalah sara. Ibu Sukma, silakan Ibu dan teman2 Ibu berkebaya dan berkonde, tapi mohon dengan sangat untuk tidak membandingkannya dg syariat Islam. Biarkan kami memakai pakaian yg kami yakini sebagai bentuk ketundukkan kepada Robb kami, Dzat yg telah menganugerahi negeri yg indah ini. Dzat yg telah menciptakan tubuh2 cantik kami. Ibu Sukma, juga mohon dg sangat utk tidak melecehkan suara adzan. Tahukah anda, sejelek apa pun suara adzan di telinga anda, dia adalah pertanda bumi ini masih berputar di poros nya. Jika sudah tak ada lagi terdengar adzan di atas bumi Allah ini, itu artinya saya dan anda sudah digulung oleh kiamat yg dahsyat. Ibu Sukma, Robb kami telah mensyariatkan pakaian ini kepada hamba2Nya sebagai FURQAN, pembeda antara HAQ dan BATHIL. Sebagaimana yg pernah disampaikan oleh Cak Nun, Jilbab adalah jarak antara keindahan dengan kebusukan. Batas antara baik dan buruk, benar dan salah. Kami menyarungkan keyakinan di kepala kami Menyarungkan pilihan, keputusan, keberanian dan ISTIQAMAH, di nurani dan jiwa raga kami. Sekian surat terbuka dari saya, semoga Ibu Sukma tercurah hidayah, dan semoga kami tetap istiqomah. Aamiin.. Semarang, 1 April 2018Anis Tri Anisah Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=pA6ZdcaU4tE Perhatikan mulai di menit 1:17:00 Jika audio di video tersebut kurang jelas, ini saya lampirkan teks puisi ini: Ibu IndonesiaAku tak tahu Syariat IslamYang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indahLebih cantik dari cadar dirimuGerai tekukan rambutnya suciSesuci kain pembungkus ujudmuRasa ciptanya sangatlah beranekaMenyatu dengan kodrat alam sekitarJari jemarinya berbau getah hutanPeluh tersentuh angin lautLihatlah ibu IndonesiaSaat penglihatanmu semakin asingSupaya kau dapat mengingat Kecantikan asli dari bangsamuJika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatifSelamat datang di duniaku, bumi Ibu IndonesiaAku tak tahu syariat IslamYang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elokLebih merdu dari alunan adzan muGemulai gerak tarinya adalah ibadahSemurni irama puja kepada IllahiNafas doanya berpadu ciptaHelai demi helai benang tertenunLelehan demi lelehan damar mengalunCanting menggores ayat ayat alam surgawiPandanglah Ibu IndonesiaSaat pandanganmu semakin pudarSupaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamuSudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.





























