Program Kemenkop Siap Dukung Gerakan Penanaman Komoditas Pertanian

Program Kemenkop Siap Dukung Gerakan Penanaman Komoditas Pertanian
Jakarta, Obsessionnews.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menyatakan pihaknya mendukung gerakan penanaman komoditas pertanian yang merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Agus menawarkan sejumlah program strategis Kemenkop dan UKM yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani, maupun Koperasi dan UMKM yang memenuhi syarat untuk itu. Program pembiayaan dana dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir), dan kredit usaha rakyat (KUR). "Kemenkop dan UKM mendukung gerakan penanaman komoditas pertanian yang merupakan kerjasama PBNU dengan Kementerian Pertanian dan Kemendes PDTT ini," ujar Agus dalam siaran pers, Selasa (20/3/2018). Ia memaparkan, Kemenkop dan UKM memiliki juga PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM di 53 Kabupaten/propinsi, yang bisa dijadikan semacam "Rumah Sakit" bagi Koperasi dan UMKM. Di kelembagaan, Kemenkop dan UKM memiliki program bantuan bagi pendirian koperasi, dengan dana subsidi Rp 2,5 juta untuk pendirian akta koperasi ke notaris. Bagi koperasi dan UMKM yang butuh pelatihan juga disediakan dari pelatihan perkoperasian, kewirausahaan sampai vocational (ketrampilan). “Di daerah juga disediakan dana dekonsentrasi untuk program pelatihan ini, jadi tingggal menghubungi saja dinas koperasi setempat," katanya. Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menyebut kerjasama dengan Kementan sejak tahun 2017 tersebut telah berhasil meningkatkan produksi jagung. Berangkat dari keberhasilan itu, kedua pihak sepakat memperluas kerjasama penanaman jagung menjadi di lahan pesantren dibawah NU. “Kami sangat mengapresiasi kerjasama dengan Kementan karena terbukti nyata memberikan hasil yakni peningkatan kesejahteraanya umat,” ungkapnya. Untuk lebih meningkatkan keterampilan maupun kualitas produk budi daya komoditas jagung ini serta aspek lainnya seperti pembiayaan dll, pihaknya juga akan menggandeng Kemenkop dan UKM. "Makanya dalam forum ini, sengaja kami minta Kemenkop dan UKM memberikan wawasan dan pencerahan program apa yang nantinya bisa disinergikan," jelas Said Aqil. Mentan Amran mengatakan di tahun 2018 ini, Kementan akan melanjutkan kerjasama dengan PBNU. Dalam kerjasama ini Kementan memberikan bantuan budidaya jagung berupa benih dan pupuk seluas 100 ribu ha. “Kerjasama ini dalam rangka pengentasan kemiskinan atau peningkatan kesejahteraan ummat. Sebab produksi jagung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Amran. Amran menerangkan produksi jagung di lahan seluas 100 ribu ha tersebut nilainya Rp 1,5 sampai Rp 2 triliun. “Indonesia memiliki potensi ekspor jagung ke negara tetangga yakni 4 juta ton. Nilainya mencapai Rp 12 triliun," tambahnya. (Has)