PKS Minta Komitmen Golkar Copot Fahri Hamzah dari Pimpinan DPR

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden PKS Sohibul Iman menagih janji kepada Partai Golkar untuk melengserkan Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR. Pencopotan Fahri, menurut Sohibul. kuncinya ada tangan pimpinan DPR lain. Terutama Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR. Sohibul pun menceritakan perjuangan PKS melengserkan Fahri dari kursi pimpinan DPR tidak hanya ditempuh lewat jalur pengadilan. Tapi juga jalur politik. Ia mengungkapkan, Setya Novanto saat hendak maju kembali sebagai Ketua DPR lalu, sempat memberi janji kepada PKS untuk membantu mencopot Fahri, tapi tidak ditepati. "Saya ceritakan nih ya, Pak Novanto waktu mau jadi pimpinan DPR lagi, itu minta dukungan ke saya sampai dua kali bertemu dan dia janji di hadapan saya, 'Kalau saya jadi Ketua DPR, yang pertama saya kerjakan adalah memproses Fahri.' Begitu jadi, dikontak pun nggak bisa. Itulah perilaku politik kita," kata Sohibul di Gedung DPR, Kamis (1/3/2018). Novanto tak juga memproses pencopotan Fahri dari kursi pimpinan DPR sampai akhirnya eks Ketum Golkar itu mundur karena tersangkut kasus korupsi e-KTP. Sohibul mengaku mengadukan masalah ini ke sejumlah elite Golkar, seperti Wapres Jusuf Kalla dan Ginandjar Kartasasmita. Sohibul juga membicarakan soal janji Novanto tersebut kepada Airlangga Hartarto, yang terpilih sebagai Ketum Golkar pengganti Novanto. Dia meminta komitmen yang sama kepada Airlangga saat hendak mengajukan Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR agar menepati janjinya. "Kemarin Airlangga juga minta bantuan saya juga kan untuk menggolkan Bamsoet. Oke saya bantu, tapi jangan diulang kelakuannya Novanto. Nah sekarang pengujian nih untuk Airlangga, dia mau atau nggak, sekarang tentunya di Bamsoet ya," sebut Sohibul. Dalam UU MD3, fraksi memiliki kewenangan merotasi kader di kursi-kursi alat kelengkapan Dewan, termasuk pimpinan DPR. Sohibul menyatakan kunci masalah ini sebenarnya ada di pimpinan DPR lainnya, meski masalah hukum antara PKS dan Fahri belum kelar. "Ya itu tadi, di pimpinan DPR kuncinya. Saya kira Fadli Zon juga sudah diinikanoleh Pak Prabowo, tapi dia melakukan yang tidak. Mereka kan kemudian bermain yang jauh dari etika politik dan kemudian masalah hukum," tuturnya. PKS memiliki kedekatan dengan Gerindra. Kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Sohibul meminta bantuan. Hal ini mengingat Waketum Gerindra Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua DPR dan dekat dengan Fahri Hamzah. "Saya sudah bilang, ke Pak Prabowo dan Fadli Zon juga, 'Anda kayak nggak pahamaja, ini kan melampaui kewenangan, abaikan saja,'" katanya. Berbagai cara telah ditempuh PKS dan, secara politik, PKS memang memiliki kekuatan, tapi tetap tidak juga bisa melengserkan Fahri dari kursi pimpinan DPR. Sejumlah pihak menyebut Fahri memiliki kekuatan tersendiri. Ini juga diakui Sohibul. "Jadi Anda cari sendiri bekingnya, kalau saya tahu, tapi saya nggak mau kasih tahu. Dan buat kami, persoalan ini ya sudah sambil jalan saja, kan DPR banyak, DPP banyak," tegas Sohibul. (Albar)





























