RR: Ngawur, Penilaian Sri Mulyani Menteri Terbaik di Dunia

RR: Ngawur, Penilaian Sri Mulyani Menteri Terbaik di Dunia
Jakarta, Obsessionnews.com - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli (RR) mengeritik gelar menteri terbaik dunia yang diberikan kepada Sri Mulyani dalam World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab. Menurut RR, penghargaan tersebut kurang layak, karena kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih lemah. RR mengungkapkan, lembaga internasional yang memberikan penghargaan tersebut, yakni Ernst and Young hanyalah auditor dan akuntan yang bagus. Namun, lembaga ini tidak mengerti soal makroekonomi sebagai parameter penghargaan tersebut. "Dengan ekonomi melemah, rakyat semakin tertekan malah dapat penghargaan," kata Rizal usai menjadi pembicara dalam acara diskusi ekonomi di kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu malam (14/2/2018). Penilaian Ernst & Young, menurut RR, di luar kompetensinya dan ngawur. Ada dua bagian penilaian yang diberikan EY kepada Ani. Pertama, klaim dalam lima tahun, Indonesia mampu mengurangi utang hingga 50 persen. Padahal dalam realitanya, utang Indonesia justru bertambah 22 miliar dolar AS dari 154 miliar dolar AS pada 2016, menjadi 176 miliar dolar AS di awal 2018. Kedua, EY menyatakan Menkeu Sri mampu mengurangi angka kemiskinan sebesar 40 persen dalam kurun waktu lima tahun, mengurangi kesenjangan sosial dan memperbanyak lapangan pekerjaan. Bila dibandingkan dengan 2013 saja, angka kemiskinan Indonesia berada di 11,31 persen, sementara di tahun 2017, angkanya sekitar 10,64 persen. Ia pun membeberkan, saat ini daya beli masyarakat mengalami penurunan. Di sisi lain, pemerintah malah mengambil kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat seperti impor komoditas pangan di saat panen. RR menyatakan khawatir jika kinerja ekonomi 2018 dan 2019 masih seperti ini, maka masyarakat akan mencari calon Presiden alternatif. Oleh sebab itu dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perubahan secara drastis. "Menurut saya, pak Jokowi ada di persimpangan jalan kalau begini terus," ungkapnya. Berbeda dengan beberapa ramalan ekonomi, Rizal memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh stagnan di angka 5 persen. Ekonomi yang melambat dan pengetatan yang malah dilakukan pemerintah disebut dia sedikit banyak berpengaruh atas stagnasi ini. Meski stimulus lewat fiskal sulit, dia menganjurkan agar pemerintah melanjutkan revaluasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rizal meyakini jika revaluasi dilakukan menyeluruh, maka BUMN bisa mendapat kenaikan aset sebesar Rp 2.500 triliun. Angka ini disebutnya dapat memacu keuangan perusahaan sehingga dapat berkontribusi dalam membangun dan menumbuhkan ekonomi. "Hanya saya dan pak Jokowi yang setuju saat itu, Menteri BUMN malah tidak setuju," kata dia merujuk kebijakan yang jadi bagian paket ekonomi itu. Selain itu, RR juga mengkritisi paket ekonomi berjilid-jilid yang dianggap tidak memiliki dampak ekonomi. Padahal saat menjabat Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal menilai industri penerbangan di Indonesia dapat maju tanpa paket kebijakan. "Kita berikan 6 maskapai masuk, akibatnya ada persaingan. Akhirnya jumlah penumpang naik hingga sekarang, biaya penumpang per kilometer turun 60 persen," paparnya. Dari sisi perdagangan, Rizal juga mengaku heran mengapa impor dilakukan saat panen berlangsung. Dia bahkan menuding ada pihak yang mencari untung untuk biaya politik. "Oke-lah kalau dia mau cari uang, tapi jangan saat panen," tandas Mantan Menteri Kemaritiman. (Red)