Alumni PMII Minta Jokowi Desak Trump Cabut Kebijakannya

Alumni PMII Minta Jokowi Desak Trump Cabut Kebijakannya
Pernyataan Sikap PB IKA PMII (Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) terhadap klaim sepihak Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel : Klaim sepihak atas Yerusalem sebagai Ibukota Isarel oleh Presiden AS Donald Trump memicu keresahan, kemarahan dan mengusik ketenangan warga dunia, utamanya Ummat Islam. Klaim sepihak tersebut membuktikan arogansi dan kecongkakan Donald Trump, sekaligus sikap meniadakan keberadaan negara-negara lain di dunia. Oleh karena itu, PB IKA PMII merasa perlu mencermati dan menyampaikan sikap sebagai berikut: 1. Bahwa negara dan seluruh rakyat Indonesia, apapun agamanya, harus mengecam dan menentang sikap Amerika Serikat yang angkuh, arogan, tidak menghargai keberadaan negara2 lain, dan memacing munculnya instabilitas baru di dunia. Hal ini harus menjadi cara pandang keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama dalam kerangka menjaga NKRI dan merawat kebhinekaan. 2. Untuk kepentingan dan masa depan Negara dan Bangsa Indonesia, kami mendukung sikap tegas Presiden Jokowi yang menolak penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Kami menilai Presiden sangat memahami, menghayati dan menghormati kebathinan masyarakat Indonesia yg mayoritas Islam dan menjadikan keberagamaan sebagai faktor pemersatu Bangsa Indonesia. 3. Kami meminta kepada Presiden Jokowi agar atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia segera melakukan langkah-langkah strategis dan nyata, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional, untuk mendesak agar Trump segera mencabut kebijakannya tersebut dan mencegah dampaknya terhadap terciptanya instabilitas yang mengancam keamanan dunia. 4. Agar Presiden Jokowi mengundang para tokoh dan organisasi keagamaan di Indonesia untuk membangun kesepahaman, sikap dan langkah bersama atas nama bangsa Indonesia. Sebab jika hal itu tidak tercapai, dikhawatirkan akan muncul kemarahan dan ketidakpuasan masyarakat, khususnya ummat Islam, yang bisa secara massif menjadi gerakan anti Amerika Serikat dkk. serta segala bentuk produk dan aset-asetnya di Indonesia, yang mana hal itu bisa menimbulkan instabilitas dan goncangan sosial yang tidak terkendali di dalam negeri, serta akan berdampak rawan terhadap posisi Indonesia di dunia internasional. Kami menyakini bahwa atas nama Bangsa Indonesia, sikap PB IKA PMII ini adalah sehati dengan perasaan ummat beragama di Indonesia.   Jakarta, 9 Desember 2017PB IKA PMII,AKHMAD MUQOWAM/ Ketua UmumM. HANIF DHAKIRI/ Sekretaris Jenderal