Deklarasi Gerakan Melawan Politik Uang

PERNYATAAN AKTIVIS GERAKAN MAHASISWA 1977-1978 (GEMA 77-78 ) Setelah mengamati dengan seksama proses persiapan Pilkada Serentak 2018 yang akan segera digelar pada tanggal 27 Juni 2018. GEMA 77-78 menemukan berbagai praktik yang menyimpang dari keinginan rakyat dalam proses demokrasi yang mendasari pilkada serentak. Dengan kasat mata dapat disaksikan oleh publik berbagai praktik seperti oligarki elit partai dalam penentuan calon, oportunisme calon mengejar tiket perahu partai pengusung, serta pemilih yang terjebak dalam peraturan pemilu yang minim partisipasi dalam penentuan calon. Dalam kenyataannya partai tidak berhasil menampilkan kader sendiri sebagai calon pemimpin politik yang berkualitas dan layak pilih sehingga berupaya mencari calon yang ada dalam bursa calon dengan kriteria yang terkadang tidak objektif. Munculnya calon independen hampir tidak mungkin karena ketentuan pencalonan yang sangat ketat. Akhirnya rakyat pemilih terpaksa menerima calon yang tidak sesuai dari kriteria yang diharapkan. Pemilih praktis tidak terlibat dalam penentuan calon. Menjadi calon dalam pilkada menjadi sangat mahal karena harus menanggung semua ongkos politik. Biaya yang tinggi disebabkan biaya kampanye pribadi calon maupun biaya mesin partai yang besar. Calon kurang mengenal pemilihnya dengan baik sehingga harus mempromosikan diri dengan ekstra untuk mendapatkan suara yang cukup untuk menang. Partai juga memerlukan anggaran yang dibebankan kepada calon yang diusungnya. Calon berupaya mendapatkan dana dari simpatisan atau penyandang dana dengan membuat berbagai kesepakatan yang berdampak pada penggunaan kekuasaan (bagi-bagi jabatan dan bisnis) jika calon menang. Akhirnya calon terlalu memaksakan diri dan berspekulasi dengan biaya tinggi. Sumbangan relawan menjadi terbatas sementara sumbangan penyandang dana tidak pernah transparan. Dalam kondisi seperti ini maka politik uang (money politics) tidak dapat dihindari. Akhirnya calon pemenang akan tersandera kesepakatan politik dan bisnis dengan penyandang dana dan relawan pendukungnya. Muara dari proses pemilihan yang cuma prosedural, tanpa keterlibatan pemilih dalam penentuan calon, dan tersandera oleh dampak politik uang maka pilkada tidak menghasilkan pemimpin yang mampu memperjuangkan kepentingan pemilih dan melayani rakyat secara maksimum ketika berkuasa. Program-program daerah akhirnya terdistorsi oleh kepentingan penyandang dana dan desakan kepentingan relawan pendukung.Tuntutan kepentingan pemilih menjadi terabaikan. Selama tiga musim pilkada yang sudah berlangsung nyatanya para penguasa hasil pilkada tidak bisa memenuhi kehendak dan kebutuhan rakyat pemilih bahkan penguasa tidak sanggup memenuhi janji kampanye kepada pemilih. Mengingat begitu besarnya dampak politik uang yang juga berujung kepada korupsi yang sudah marak terjadi , sekitar 343 Kepala daerah terlibat perkara Korupsi di Kejaksaan, Kepolisian dan KPK. Disamping berujung kepada Korupsi, politik uang juga membunuh Perubahan Masyarakat kearah yang lebih baik, merendahkan martabat, mematikan kaderisasi politik serta jebakan buat rakyat. Sehingga terhadap pelaksanan pilkada dan pelaksanaan program pelayan publik yang akuntabel sesuai amanat demokrasi maka GEMA 77-78 mengingatkan kepada Partai Pengusung, Calon Pimpinan Daerah, Para Pemilih, dan Penyelenggara Pilkada Serentak 2018 untuk segera MENGHENTIKAN PRAKTIK POLITIK UANG dengan segala macam bentuknya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang peduli dengan keberhasilan pilkada sesuai dengan amanat kepentingan rakyat pemilih untuk dapat MEMANTAU, MELAPORKAN, dan MENGINTERVENSI setiap praktek politik uang sesuai dengan kapasitas masing2 dan memperhatikan ketentuan yang berlaku. GEMA 77-78 akan menggunakan jaringan nasionalnya untuk mengkoordinasikan GERAKAN MELAWAN POLITIK UANG dalam Pilkada 2018. Jakarta, 7 Desember 2017 di Gedung Dewan PersDaftar komponen GEMA 77-78 se Indonesia yang memberikan dukungan pada GERAKAN MELAWAN POLITIK UANG Pilkada 2018 : 1. Aa Tarsono SH. MH. 2. Ir. Abdulrachim Kresno 3. Achmad Gani, BE 4. Ir. Achmad Syaifudin 5. DR. Ir. Ahmad Sarmidi 6. Adang Suhardjo SE 7. Ir. Afni Achmad 8. DR. Chairul Muluk 9. Ait Syarif H. B.Sc 10. Drs. Alben Sidauruk 11. Ir. Alwis Dahlan 12. DR. Ir. Anton Leonard 13. Drs. Apip Djajadisastra 14. DR. AR Noor Msi. 15. Dr. Aswan Lubis SpA M.Kes 16. Drs. Aryanto Dina 17. Boy Albanik, M.Eng, NZCE, Ph.D 18. Ir. Bambang Mardiyanto 19. Drs. Bashori Imron MSi 20. Drs. Biner Tobing 21. Drs. Cahyono Eko Sugiharto 22. Calvin Lambe 23. Haerul Subki 24. Drg. Hadi Kusuma 25. DR. Dadan Gandana 26. Drs. Darwis Darlis 27. Dedi Sukardan SH. MH 28. Drs. Denny Agusta 29. Ir. Dharma Setiawan 30. Prof. Dr. Didin Damanhuri 31. Dindin Maolani SH. 32. Ir. Doddy Rudianto 33. Dwi Soebawanto 34. Ir. Eddy Asmanto 35. Elyan V Hakim 36. Endang Wuryaningsih SH. 37. Erfanto Sanaf SH. MH. 38. Drs. Ernawan S. Koesoemaatmadja Psy. MBA 39. Etty Koerniasih 40. Evert Matulessy SH. 41. DR. Fauzie Hasibuan SH. MH 42. Gaos Sugiri 43. Gatot Sanyoto W.A, SH. 44. Drs. Hannan Situpora 45. DR. Hari Azhar Aziz 46. Ir. Hari Purwanto 47. Ir. Harun Alrasyid 48. Helmansyah SH. 49. Dra. Henny Andries 50. Ir. Heri Ahmadi 51. Heri Hernanto 52. Hikmat Abidin Sm. Hk 53. Hindraningsih 54. Ida F Moekardanu 55. Ida Nuraida 56. Drs. Imam Wahyudi 57. Ir. Indra Adil 58. Ir. S. Indro Tjahyono 59. Irvan Rahardjo, SE, MM, ANZIIF 60. Ir. Iwan Mahardi 61. Drs. Jimmy H. Siahaan 62. DR. Jo Rumeser 63. Ir. Jose Rizal Nasution 64. Dr. Khaerulsyah Nasution SpPD 65. Drs. Khrisnan Mulyono 66. Ir. Liliek Sudirahardjo 67. Ir. Maruli Gultom 68. Ir. M. Iqbal 69. Ir. M. Ridlo Eisy 70. Ir. M. Singgih MSc 71. Drs. M. Syahrir 72. Drs. Moh. Thoher, SE. 73. Drs. Moch. Chatib Usman 74. DR. Maqdir Ismail SH. MH. 75. Ir. Martunus Haris MSc. MM. MBA. 76. KH. Ir. M.E. Irmansyah MBA 77. Drs. M. Hatta Taliwang 78. Dr. Muchtar Efendi Harahap 79. Ir. Muchtar Hadi 80. Prof. Dr. Munar Lubis SpA (K) 81. Drs. Musfihin Dahlan 82. Prof. DR. Musni Umar 83. Ir. Natsir Abbas 84. Nurdin Lubis SH MH 85. Drs. Panusunan Nababan 86. Ir. Pepen S. Padmawilaga 87. Drs. Rahmadi Hidayat 88. Ir. Ramles Manampang Silalahi 89. Prof. Dr. Jusman SD 90. Ir. Roel Sanre 91. Ir. Sapto Kuntoro 92. Sjam Soelbachri SH. 93. Ir. Sayuti Asathri 94. Ir. Sentu Bambang Hario 95. Soekotjo Soeparto SH. LLM 96. Drs. Subur Dwiono MM 97. Ir. Sugeng Setyadi 98. DR. Ir. Suryo Adiwibowo 99. Ir. Suluh Tjiptadi 100. Ir. Sumardjito 101. Drs. Syarief Bastaman 102. Ir. Syafril Sjofyan 103. Ir. Syahrial Hamzah 104. Drs. Umar Marasabessy 105. Prof. Ir. Usman Nasution 106. Drs. Yayak Kencrit 107. Drs. Zulkarnain Saman MM. 108. Dr. Zulkifli Halim 109. Prof. DR. Nanat Fatah Natsir 110. Prof. DR. Lukman Hakim 111. Ir. Tito Koesbandi 112. Ir. Syahrial Hamzah 113. Susy Koesma ***





























