Wasilah Hidayah 411/212

Wasilah Hidayah 411/212
Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah   Mungkin sudah ratusan yang menyampaikan kepada saya, bagaimana momen 411 dan 212 menjadi jalan bagi mereka mendapatkan hidayah dari Allah dalam agamanya. Dari situ mereka mulai memahami tanggung jawab mereka terhadap agamanya, mulai shalat, mulai mencintai Islam, mulai ikut serta berkontribusi di jalan dakwah. Ada mereka yang internet marketer, tak terlintas apapun selain menambah digit di rekening tabungan, lalu momentum hidayah datang pada mereka, mereka berubah. Ada pula yang datang sebab penasaran, ikut bergabung dalam lautan manusia yang dipenuhi cinta pada agamanya, cinta itupun menyapa mereka, mereka berubah. Bahkan ada banyak preman dan tukang pukul, yang bisa jadi hanya tersisa syahadat tanpa ada amal saleh, seolah mereka menemukan sesuatu, mereka pun berubah. Hidayah bukan datang dari manusia, ia murni berasal dari Allah saja. Allah berikan kita akal untuk mengindera wahyu, tapi kesemuanya takkan lengkap tanpa taufik dari Allah. Bila ceramah dan kajian itu sebab hidayah, harusnya banyaknya ceramah dan kajian berbanding lurus dengan banyaknya orang mendapat hidayah, tapi tidak begitu kenyataanya. Andai ustadz dan ulama itu sebab hidayah, maka matematisnya akan ada formula untuk menghitung manusia yang mendapat hidayah, tapi juga tak begitu adanya. Hidayah datang dari embus angin, tetes hujan, bahkan keras tanah yang dipijak, datang lewat sapaan, senyuman, bahkan tatap mata mereka yang ikhlas dalam agama. Itulah mengapa 411 dan 212 bukan hanya sebuah aksi biasa, tapi syiar Islam, bagian dari jalan hidayah bagi manusia, kesempatan untuk menunjukkan ukhuwah antara kita. Bukan hanya untuk dirimu atau diriku, bukan pula untuk kita, tak pula terbatas untuk Indonesia, tidak juga karena dunia. Tapi kita lakukan ini semua karena Allah, hanya itu saja. Sebab kecintaan kita pada Allah dan Rasul ialah yang tertinggi, maka kita mencintai Al-Qur'an sebagai kitab petunjuk yang tanpanya kita dalam kegelapan, ini tentang cinta. Maka 2 Desember 2017 ke depan, insya Allah cinta itulah yang akan kita tunjukkan sekali lagi. Yang kita harapkan itu jadi jalan hidayah, bagi hati-hati yang masih tersisa cinta padanya.