PBB: Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis

JENEWA - Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Pemerintah Myanmar menghentikan 'operasi keamanan brutal' terhadap warga etnik Rohingya di Negara Bagian Rakhine. PBB menegaskan Pemerintah Myanmar telah melakukan pembersihan etnik Rohingya. Komisi HAM PBB menyatakan operasi tempur Myanmar tidak perlu dilakukan untuk membalas serangan gerilyawan pada bulan lalu. Ketegangan etnik meningkat di Myanmar kemarin tetap menunjukkan ekskalasi peningkatan setelah kekerasan yang berlangsung selama dua pekan di Rakhine. Lebih dari 300.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh untuk menyelamatkan diri. "Situasi (Rohingya) seperti contoh buku teks tentang pembersihan etnik," kecam Pejabat Komisi HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein di Jenewa dilansir Reuters. Imbas dari konflik yang berujung pembersihan etnis ini, setidaknya lebih dari 270.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Banyak pengungsi terjebak di perbatasan. Banyak laporan tentang pembakaran desa dan pembunuhan massal. "Kita menerima beragam laporan dan citra satelit pergerakan pasukan keamanan dan gerilyawan lokal membakar desa," ungkap Zeid. "Laporan pembunuhan luar biasa juga terjadi, termasuk penembakan terhadap warga sipil yang mengungsi," bebernya pula. Lebih kejam lagi, otoritas keamanan Myanmar juga menanam ranjau di sepanjang perbatasan dengan Bangladesh. Itu dilakukan untuk mencegah warga Rohingya kembali ke Myanmar. Selama beberapa dekade silam, warga Rohingya tidak memiliki hak politik dan sipil lainnya, termasuk kewarganegaraan. "Saya menyerukan pemerintah menghentikan operasi militer brutal yang digelar saat ini," desak Zeid. "Banyak laporan menunjukkan adanya pelanggaran yang terjadi. Operasi itu juga mengakbatkan diskriminasi terhadap penduduk Rohingya!" serunya. (*/Red) Baca Juga:
- Militer Myanmar Mulai Serang Masjid-masjid di Rakhine
- Forjim Bongkar Penyesatan Opini Kaum Liberal tentang Konflik Rohingya
- Pokok-pokok Pikiran Majelis Nasional KAHMI tentang Masalah Rohingya
- Forum Parlemen Dunia Kutuk Genosida Rohingya, India Marah
- Media Myanmar Sebarkan Berita Bohong Soal Rohingya
- The Telegraph: Militer Myanmar Bantai Muslim
- Tentara Myanmar Tembaki Ratusan Muslim Rohingya, Perempuan dan Anak-anak
- Pengacara Muslim Myanmar Tewas Diteror





























