Kebohongan Mentan : Demi Penjajah

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah mengatakan ada 21 juta orang yang meninggalkan sektor pertanian berpotensi masuk ke kelompok teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Hal itu disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Teknis TNI Manunggal Membangun Desa pada Selasa (5/9/2017) lalu. Menurutnya, kelompok Santoso, eks pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), hanya beranggotakan 41 orang namun sudah membuat kelabakan, apalagi jika anggotanya mencapai 1 juta orang. “Yang tinggalkan pertanian sudah 21 juta orang. Ini berkontribusi pada ISIS, begal, kenakalan remaja. Makanya, kita bangun dari pinggiran, desa, perbatasan,” kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/9). Menanggapi pernyataan Mentan Andi Amran Sulaiman yang mengaku dirinya risau akibat jutaan orang tinggalkanf pertanian karena lari ke ISIS ini, tokoh oposisi senior Dr Sri Bintang Pamungkas yang konsisten, menilai pernyataan Mentan tersebut berbaung kebohongan. “Bohong, kalau ada jutaan petani bergabung dengan ISIS,” tegas Sri Bintang. “Itu hanya alasan Mentan untuk mengosongkan daerah pertanian agar lahannya bisa dikuasai Cina-cina Migran dari RRC,” tandasnya, Minggu (10/9/2017). “Bayangkan 80 ribu hektar untuk Meikarta, berarti Puluhan ribu sawah berganti peruntukan, lalu puluhan ribu Kepala keluarga petani kehilangan pekerjaan,” ungkap Sri Bintang. “Usaha mendatangkan ribuan anggota TNI menjadi Penyuluh Pertanian juga hanya untuk mengamankan lahan-lahan yang dikuasai Cina-cina Mafia,” duganya. “Kalau itu benar, maka sungguh biadab menjual tanah air kepada Penjajah!” seru Sri Bintang. (Red)




























