Di Dadaku, Mengapa Tak Ada Kamu?

Oleh: Denny JA (Budayawan, Pendiri LSI) Di panggung itu Bernyanyi Vina Panduwinata Di dadaku Ada senyummu Ada kumismu Ada kamu Semua penonton Bernyanyi bersama Di dadaku Ada kamu Terdiam Rosa Ia bertanya jauh ke dalam Tapi di dadaku Ada siapakah? Cepat ia berlari ke luar ruangan Dicarinya cermin Ia buka dadanya Astaga, Tapi di dadaku tak ada siapapun Ia buka paksa lebih dalam Ruang pertama dadanya Hanya terlihat tumpukan benda Ada emas berkilau Jauh lebih banyak kaleng berkarat Ia buka dada lebih jauh Hanya ada dunia gagasan Aneka mimpi soal dunia Sebagian besar ilusi Ia buka lagi dada lebih dalam Hampa belaka Rosa lama merenung Ketika semua bicara "Di dadaku ada kamu Tapi di dadaku, tiada kamu Tiada dia, tiada mereka Apa yang salah denganku?" Ditatapnya cermin sekali lagi Dikernyitkannya dahi Nampak ladang luas Banyak kuda berkumpul Berkelompok- kelompok Tapi itu satu kuda Selalu terpisah dari gerombolan Selalu ia menyendiri Tapi itu satu kuda Selalu ia terbuang Rosa marah pada dirinya Iapun mengumpat Wahai diri yang tak mau berbagi mampuslah kau kini Di dadamu, tiada siapapun! Sept 2017(Sehabis Menonton September Ceria, Konser Vina Panduwinata)





























