Nestapa Sepotong Kerupuk

Nestapa Sepotong Kerupuk
Oleh: Dr. Ahmad Sastra Menggema teriakan kata merdeka Dari sudut-sudut kota Dari sudut-sudut desa Merah putih berkibar dimana-mana Sebagai penanda bangsa merdeka Katanya Jika merdeka itu benar Maka ekonomi bangsa ini mestinya makmur Mengingat bangsa ini kaya akan sumber daya alam Namun faktanya itu adalah ilusi Nestapa bagi rakyat Kekayaan negeri ini justru dikuasai asing Rakyat hanya kebagian sepotong kerupuk Sepotong kerupuk yang diikat tali Tangannyapun diikat Baru boleh menikmati kerupuk dengan mulutnya Sesekali tali itu digoyang Hingga sepotong kerupuk itu sulit dinikmati Inikah kata merdeka itu Disaat para penjajah berebut kekayaan alam milik rakyat Ribuan ton emas digerus tanpa sisa Jutaan barel minyak bumi dihisap tiada tara Sementara rakyat disuguhi sepotong kue kering Diikat di pucuk pohon pinang Basah dan licin oleh oli bekas Rakyat telanjang dada seperti budak romusa Berebut meraih sambil menginjak sesama Sesekali terjatuh dan tertimpa badan yang lain Tulang remuk, kulit lecet, roti kering tak terbagi Karena terjatuh diatas lumpur basah Inikah kata merdeka itu Nestapa sepotong kerupuk Adalah cermin kemiskinan rakyat Adalah cermin ketidakberdayaan rakyat Dibawah neokolonialisme serakah Inikah kata merdeka itu Nestapa sepotong kerupuk Adalah cermin Atas ketidakberdayaan bangsa ini Atas keterjajahan bangsa ini Atas kesengsaraan rakyat jelata Hanya kebagian sepotong kerupuk Itupun hanya setahun sekali Tak pula langsung diberikan Tapi diikat dan dipermainkan Nestapa sepotong kerupuk Adalah cermin Bangsa ini Nestapa Sepotong Kerupuk Itupun hanya setahun sekali #PuisiAhmadSastra #KotaHujan,16/08/17 : 11.20Jangan Teriak Merdeka Malu Kita!Itupun Kalau Kita mau Jujur!